News Ticker

Beberkan Kebobrokan Saudi, Intellijen Jerman Disemprot Pemerintahnya

4 Desember 2015

BERLIN, ARRAHMAHNEWS.COM – Menyusul pembeberan yang dilakukan oleh Badan Intellijennya (BDN) mengenai arogansi kerajaan Saudi yang berpotensi melakukan destabilisasi di dunia Arab, pemerintah Jerman mengeluarkan teguran keras kepada Badan  tersebut setelah mendapat protes dari pihak Riyadh.

”Penilaian yang diterbitkan tidak mencerminkan posisi Pemerintah Jerman,” ungkap seorang juru bicara Pemerintah Jerman sebagaimana dikutip BBC, Kamis (3/12), “Arab Saudi adalah mitra penting dalam dunia yang sarat krisis, terutama pada solusi untuk perdamaian di Suriah,” lanjut juru bicara Pemerintah Jerman tersebut. (Baca juga: PBB Kecam Serangan Saudi Ke Klinik MSF di Yaman)

Sebelumnya pada hari Rabu (2/12), BDN membeberkan perubahan drastis kebijakan luar negeri Saudi sejak Raja Salman mengambil alih kekuasaan untuk menggantikan almarhum Raja Abdullah pada Januari 2015 silam.

Perubahan kebijakan yang mencolok adalah kenekatan Saudi melakukan intervensi militer di Yaman dan meningkatkan dukungan kepada pemberontak di Suriah. BND juga membeberkan kebijakan luar negeri Saudi di Libanon, Bahrain dan Irak.

”Apa yang sebelumnya merupakan sikap diplomatik hati-hati dari para pemimpin tua di keluarga kerajaan sedang digantikan oleh kebijakan impulsif intervensi,” bunyi pernyataan BND. Menurut badan intelijen Jerman itu, bahkan Amerika Serikat (AS) sudah kehilangan kepercayaannya kepada kerajaan tersebut.(Baca juga:KRIMINAL PERANG…! Saudi Sekali Lagi Serang Rumah Sakit MSF di Yaman)

Wakil Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Slaman yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan mendapat ulasan khusus dari BND. Putra Raja Salman itu disebut berambisi mengamankan suksesi kerajaan. Mohammed bin Salman diketahui memegang peran kunci dalam keputusan Saudi untuk melakukan agresi militer di Yaman dengan dalih memerangi pejuang Houthi. (Baca juga: PUTUS ASA…Demi Hentikan Pejuang Yaman, Saudi Bombardir Wilayahnya Sendiri)

Para analis menilai hubungan antara Jerman dan Saudi sejatinya telah menjadi tegang dalam beberapa tahun terakhir. Pemicunya karena Berlin memperketat pembatasan kontrak senjata dan kerap berbicara tentang krisis hak asasi manusia yang terjadi di Saudi. (ARN)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: