News Ticker

Sebut Turki Mitra Besar, Pentagon Tolak Bukti Ankara-ISIS Bekerjasama

4 Desember 2015

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Setelah sebelumnya menyatakan bahwa Turki tidak cukup berjuang untuk melawan ISIS, melalui pernyataan Ashton Carter, pada Kamis (3/12) kemarin, Pentagon mengingkari pernyataannya sendiri dengan menolak bukti dari Rusia bahwa Turki telah melakukan kerjasama dengan ISIS.

Kolonel Steve Warren yang juga juru bicara koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS itu, justru mengklaim Turki adalah mitra terbesar AS dalam memerangi ISIS.

”Biarkan saya menegaskan bahwa kami jelas menolak setiap gagasan yang menyebut Turki bekerja dengan ISIS,” kata Warren ”Itu tidak masuk akal dan agak konyol. Kami benar-benar, tegas menolak anggapan itu.” (Baca juga: Beli Minyak ISIS, Irak Akan Tuntut Turki Ke DK PBB)

Pernyataan Warren itu untuk menanggapi bukti yang diajukan oleh Departemen Pertahanan Rusia pada Rabu kemarin, berupa foto satelit dan peta rute minyak curian ISIS yang menuju Turki. Departemen itu juga menyebut Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan keluarganya membantu para militan ISIS dalam menyelundupkan minyak. (Baca juga: PENTING..! Akhir Erdogan, Rusia Beberkan Bukti Sang Presiden Terlibat Pembelian Minyak Curian ISIS)

”Turki telah menjadi mitra besar kepada kami dalam memerangi ISIS. Mereka hosting pesawat kami, mereka melakukan serangan, mereka mendukung oposisi Suriah yang moderat,” ujar Warren kepada wartawan, seperti dikutip Russia Today. (Baca juga: WOW..! Putin Sebut Allah Hukum Pemimpin Turki Dengan Jadikan Mereka “Gila”; Video)

Sebelumnya Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Kongres AS, blak-blakan menyebut bahwa sebagian besar operasi militer Turki diarahkan terhadap Kurdi, bukan terhadap ISIS.

”Sebagian besar operasi udara mereka tidak diarahkan pada ISIS,” kata Carter. ”Mereka mengarahkannya pada PKK, yang kami pahami itu adalah organisasi teroris di perbatasan mereka. Tapi kami ingin melihat mereka melakukannya secara lebih terhadap ISIS.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Mark Toner, juga menepis bukti Rusia bahwa Turki dan ISIS berkomplot. Ia secara jelas mengabaikan foto-foto satelit yang dibeberkan Departemen Pertahanan Rusia. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: