News Ticker

Menlu Perancis; Presiden Bashar Assad Tidak Harus Mundur

6 Desember 2015

PARIS, ARRAHMAHNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius mengatakan bahwa Presiden Bashar al-Assad tidak harus mengundurkan diri sebelum ada proses transisi politik berjalan di Suriah.

Komentar yang diterbitkan oleh surat kabar Prancis Le Progres, Sabtu (5/12) itu menandai sikap perubahan terbaru Perancis dari sikap semula yang keras terhadap pemerintah di Damaskus. (Baca juga: Putin; Bashar al-Assad Adalah Sekutu Alami Kami Lawan Terorisme)

Komentar Fabius itu menunjukkan sikap Prancis yang sekarang melunak terhadap Assad, ia mengatakan bahwa perhatian sekarang tertuju pada bagaimana memerangi kelompok ISIS, terkait serangkaian serangan di Paris bulan lalu yang menewaskan 130 orang.

“Perang melawan Daesh itu yang krusial, tapi hanya akan efektif sepenuhnya jika seluruh kekuatan di Suriah maupun kawasan bersatu,” ujar Fabius, merujuk pada ISIS dalam bahasa Arab. (Baca juga: Lavrov; Barat Mulai Sadar Ultimatum Anti-Assad Adalah Sia-sia)

“Suriah yang bersatu akan menentukan transisi politik. Tidak berarti Bashar Al Assad harus pergi sebelum transisi, tapi harus ada jaminan bagi masa depan,” lanjut Fabius.

Pernyataan Prancis itu menunjukkan perubahan sikap negara itu setelah sebelumnya bersama negara-negara Barat lainnya berkukuh Assad harus mundur sebagai bagian dari solusi politik untuk mengakhiri konflik empat tahun di Suriah. Prancis waktu itu bahkan menggambarkan Assad sebagai jagal terhadap rakyatnya sendiri. (Baca juga: Blunder Hollande; Assad Bukan Musuh Kami, Tapi ISIS)

Setelah peristiwa 13 November lalu, Perancis mulai mendekati Rusia dan berencana bergabung dengan Rusia memerangi ISIS di Suriah. Presiden Hollande bahkan menyatakan bahwa “Assad bukan musuh kami, tapi  ISIS”. (ARN)

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: