News Ticker

Bela Turki, AS Hancurkan Kredibilitasnya

7 Desember 2015

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Turki telah memainkan peran dominan dimana hal itu telah memungkinkan bagi ISIS untuk menentang sanksi internasional. Penolakan Amerika Serikat untuk mengakui situasi ini telah menghancurkan kredibilitas internasional Washington. Hal ini diungkap oleh pendiri dan direktur Institute for Gulf Affairs, Ali al-Ahmed kepada Sputnik.

“Tak perlu seorang ilmuwan roket untuk menyadari bahwa hampir semuanya keluar melewati Turki, dan pemerintah Turki tahu mengenai hal ini,” ungkap Ali al-Ahmed. Ia menjelaskan bahwa urusan Turki ini telah mempermalukan pemerintahan Obama. “Sungguh sangat memalukan bagi pemerintahan AS untuk membela aksi-aksi ini. AS melindungi sekutunya, namun menghancurkan kredibilitas internasionalnya,” tambah Ali al-Ahmed.

Menurutnya, dengan bukti rute lalu lintas minyak curian ISIS yang terang-benderang masuk ke wilayah Turki, mustahil bagi Pemerintah Turki untuk tidak mengetahuinya. Ahmed mencatat bahwa 10 ribu truk minyak ilegal sudah masuk ke Turki. (Baca juga: Rusia Hancurkan Harga Diri dan Bisnis Haram Erdogan Dengan ISIS di Suriah)

”Tidak mungkin untuk menyembunyikan perdagangan sebesar itu dari militer Turki. Mereka membawa minyak Suriah dan Irak dan menjualnya murah ke Turki,” kata Ahmed menambahkan bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan dan lingkaran dalamnya telah diuntungkan atas perdagangan ilegal tersebut sebagaimana diungkapkan Rusia.

”Di Turki, untuk melakukan hal ini, Anda harus dekat dengan pemerintah, khususnya dekat dengan Erdogan,” katanya. (Baca juga: Fakta Bisnis Minyak Gelap Terungkap, Rakyat Turki Inginkan Erdogan Tepati Janjinya Untuk Mundur)

Menurutnya, Daesh atau ISIS, Al-Nusra dan kelompok militan lainnya menerima senjata, amunisi dan perlengkapan tempur lainnya melalui Turki. ”Segala sesuatu yang mereka jual untuk keuntungan mereka, keluar melalui Turki atau negara-negara Teluk. Mereka menjual minyak ke atau melalui Turki.”

“Turki membeli minyak pada kisaran harga 10 sampai 20 dolar per barel bukannya 40 sampai 50 dolar per barel sebagaimana harga pasar saat ini,” katanya.

Daesh/ISIS telah merampas semua keuntungan dari hampir semua tempat tersubur di wilayah itu, sang professor menyimpulkan.(ARN)

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: