News Ticker

HEBOH! WikiLeaks Sebut Erdogan Rencanakan Tembak Jet Rusia 6 Minggu Sebelum Kejadian

7 Desember 2015

ISTANBUL, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah merencanakan untuk menembak jatuh jet Tempur Rusia yang terlibat dalam kampanye anti-ISIS di Suriah, 6 minggu sebelum insiden dengan Su-24. Hal ini diungkap wikileaks meretweet seorang whistleblower terkenal Turki dalam akun twitternya, Minggu (6/12).

“Erdogan khawatir tentang hasil pemilu mendatang dan merencanakan menjatuhkan sebuah pesawat Rusia,” ungkap whistleblower tersebut yang menggunakan Twitter dengan nama Fuat Avni, dalam postingannya pada 11 Oktober lalu.

Capture
Wikileaks kemudian memuat sebuah artikel yang me retweet postingan Fuat Avni tersebut dengan menggunakan pertanyaan, “Apakah benar Turki itu telah berencana untuk menembak jatuh jet tempur Rusia itu enam minggu yang lalu?”(Baca juga: PENTING..! Akhir Erdogan, Rusia Beberkan Bukti Sang Presiden Terlibat Pembelian Minyak Curian ISIS

)

wikileaks
Fuat Avni, yang sering berbagi informasi rahasia Turki dengan akurat, mengekspos Erdogan dan pemerintahannya. Ia mengklaim bahwa Erdogan adalah orang yang memberikan perintah untuk menembak jatuh jet pembom Rusia dilangit Suriah dengan dalih palsu bahwa pesawat itu melanggar wilayah udara Turki. (Baca juga: Rusia Hancurkan Harga Diri dan Bisnis Haram Erdogan Dengan ISIS di Suriah)

Menurut informasi WikiLeaks yang dibagi di Twitter, Erdogan telah berusaha untuk memobilisasi pemilih sebelum terjadinya pemilihan umum, yang diadakan pada tanggal 1 November, melalui cara dramatis yaitu meningkatkan ketegangan dengan Rusia. Fakta yang menarik, Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa (AKP), yang didirikan oleh Erdogan, saat itu telah berhasil mendapatkan kembali kursi mayoritas di parlemen, yang telah hilang lima bulan sebelumnya.

Menyusul kemenangan AKP, Erdogan, yang sebagai seorang presiden memiliki kekuasaan terbatas, telah mendorong sebuah konstitusi baru, yang akan memberikan kekuasaan lebih kepada presiden secara signifikan. Namun, AKP masih membutuhkan 13 suara lagi untuk dapat mengadakan referendum tentang masalah ini.

“Pemilu pada tanggal 1 November telah mengantar dalam empat tahun stabilitas dan kepercayaan diri. Mari kita membuat periode ini sebagai waktunya reformasi, memprioritaskan konstitusi baru,” kata Erdogan pada tanggal 10 November.

Meskipun begitu, tindakan menembak jet tempur Rusia sebagai puncak rencana Erdogan dalam meningkatkan ketegangan dengan Rusia demi menarik simpati rakyat yang kemudian dilaksanakan setelah pemilu, tampaknya tidak berjalan sesuai dengan rencana. Wawancara Russia Today dengan sejumlah penduduk lokal menunjukkan bahwa mereka merasa Erdogan seharusnya mundur karena bukti-bukti keterlibatan dirinya dengan penyelundupan minyak ISIS telah dibeberkan oleh Rusia.(Baca juga: Fakta Bisnis Minyak Gelap Terungkap, Rakyat Turki Inginkan Erdogan Tepati Janjinya Untuk Mundur)

Pada tanggal 24 November, F-16 Turki menembak jatuh sebuah bomber Su-24 yang terlibat dalam operasi kontraterorisme Rusia di Suriah. Ankara mengklaim bahwa pesawat itu melanggar wilayah udaranya, meskipun ditembak jatuh di atas wilayah Suriah.

Para pejabat pertahanan Rusia memberikan bukti bahwa pesawat itu tidak menyeberang ke Turki. Pilot, yang selamat dari kecelakaan itu, juga menegaskan bahwa dugaan pelanggaran tidak terjadi. Selain itu, kru, menurut pilot, tidak menerima peringatan apapun sebelum serangan. (ARN)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: