News Ticker

TERUNGKAP! Beredar Rekaman Para Bandar Senjata AS Rayakan Keuntungan Besar Konflik Timur Tengah

9 Desember 2015,

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah rekaman suara yang kini beredar luas di internet, mengungkap sebuah perayaan tidak resmi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan produsen senjata Amerika Serikat atas meningkatnya keuntungan finansial mereka berkat meningkatnya konflik dan perang di Afrika dan Timur-tengah. Perayaan itu terjadi dalam sebuah konferensi Credit Suisse Group yang merupakan salah satu bank investasi dan manajemen investasi terkemuka di dunia yang berasal dari Swiss, di West Palm Beach minggu ini. (Baca juga: Perang Suriah Bongkar Strategi Zionis-Amerika Hancurkan Islam dan Musuhnya)

RawStory memberitakan pada hari Selasa (8/12) kemarin bahwa dalam konferensi tersebut, perwakilan dari kontraktor-kontraktor pertahanan besar berbicara kepada para investor mereka mengenai bagaimana bisnis mereka kini berjalan di zaman perang global. Perwakilan dari perusahaan-perusahaan top seperti Raytheon, Oshkosh, dan Lockheed Martin hadir dalam konferensi “perayaan” meningkatnya konflik di timur tengah dan Afrika tersebut.

Wakil presiden eksekutif Lockheed Martin (produsen pesawat Amerika), Bruce Tanner , memberikan sambutan terbuka yang secara tidak langsung memuji keuntungan yang akan didapat para kontraktor pertahanan itu akibat perang di Suriah. Sebagian pidatonya berhasil direkam oleh seseorang yang berada disana dan kini tersebar secara luas di internet hanya beberpa jam setelah konferensi. (Baca juga: IN MEMORIAM, Serena Shim, Wartawan Pemberani Yang Ungkap Perang Kotor AS, Turki, ISIS di Suriah)

Dalam rekaman suara yang beredar itu, terdengar Tanner tengah membicarakan berbagai masalah yang kini melanda Timur Tengah, dengan meningkatnya konflik di Suriah dan Turki. Ia menekankan mengenai bagaimana menguntungkannya konflik-konflik tersebut karena bisa meningkatkan penjualan dari perusahaan mereka.

Tanner mengatakan bahwa meningkatnya konflik akan menyebabkan kenaikan tak terkira dalam penjualan produk-produk perusahaannya di lapangan.

DENGARKAN ISI REKAMAN.

Menurut laporan The Intercept, dalam sambutan lain di konferensi tersebut, Wilson Jones, presiden perusahaan Oshkosh mengatakan kegembiraannya karena dengan adanya ISIS maka produk perusahaanya kini laris di pasaran.

“Dengan berkembangnya ancaman ISIS, banyak negara yang kini tertarik untuk membeli kendaraan baja M-ATV buatan Oshkosh,” ungkap Jones.

Kepala Eksekutif Raytheon, Tom Kennedy juga berpartisipasi dalam perayaan tak resmi itu dengan mengatakan bahwa perusahaannya kini mengalami peningkatan transaksi yang signifikan untuk solusi pertahanan dalam seluruh bagiannya di beberapa negara di Timur Tengah.”
“Semua ini adalah akibat dari kekacauan yang telah mereka buat, baik itu yang terjadi di Yaman, maupun di Suriah atau Irak, dengan ISIS,” tambah Kennedy. (Baca juga: Rusia Hancurkan Harga Diri dan Bisnis Haram Erdogan Dengan ISIS di Suriah)

Sebagai tambahan, atas meningkatnya perang, para kontraktor itu juga merayakan fakta bahwa sektor pertahanan baru-baru ini telah mendapat anggaran sekitar 607 miliar dolar dari pemerintah.

“Program kita mendapat dukungan sangat baik (dalam pendanaan). Kami rasa, kami telah melakukannya dan dibayar dengan sangat baik,” Tanner menyimpulkan.

Capture


Sebuah laporan terbaru oleh wartawan Glenn Greenwald menunjukkan bagaimana harga saham produsen senjata telah meningkat dengan tajam semenjak terjadinya serangan teroris di Paris bulan lalu. Greenwald mengikuti wartawan Brooklyn, Aaron Cantu, yang memposting screenshot untuk menunjukan kenaikan saham para kontraktor senjata besar yang terjadi baru-baru ini pada halaman Twitter-nya. (ARN)

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: