News Ticker

Assad : Turki Nyawa ISIS

12 Desember 2015

DAMASKUS, Arrahmahnews.com – Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan Turki nyawa ISIS, dan menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah pendukung setia kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di Suriah.

Bashar Assad dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Spanyol, mengatakan bahwa Amerika sejak awal krisis Suriah telah mensponsori terorisme di negara ini, dan selama ini tidak menunjukkan keseriusan dalam memerangi terorisme.

Dia juga menegaskan peran Turki dalam memberikan kehidupan bagi kelompok-kelompok teroris di Suriah, dan mengatakan, “Langkah pertama untuk memberangus kelompok-kelompok teroris di Suriah adalah dengan mencegah jalur masuk teroris dari negara-negara seperti Turki dan Yordania, memberlakukan larang kepada Arab Saudi yang mendanai kelompok-kelompok teroris dengan petro dolarnya dan mencegah aliran senjata dan logistik pada kelompok-kelompok ini”.

Presiden Suriah juga mengatakan bahwa Turki satu-satunya nyawa ISIS. Sedangkan Arab Saudi dan Qatar ikut bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan oleh ISIS, karena mereka telah berkolaborasi dan bermitra dengan ISIS.

Assad menuduh ketidak seriusan Amerika dalam memerangi teroris, dan mengatakan “selama AS tidak serius dalam memerangi teroris, maka jangan berharap negara-negara Barat lainnya akan serius dalam hal ini karena mereka adalah sekutu Amerika”.

Terkait kehadiran beberapa kelompok teroris dalam negosiasi, Bashar Assad menyatakan penyesalan dan mengatakan beberapa negara seperti Arab Saudi dan Amerika mengikutsertakan kelompok-kelompok teroris dalam negosiasi dengan pemerintah, dan memaksa Suriah untuk bernegosiasi dengan mereka.

Assad juga menekankan perlunya membedakan antara kelompok teroris dengan lawan politik (oposisi), dan menambahkan pemerintah Suriah tidak akan bernegosiasi dengan kelompok teroris yang dijadikan sebagai kelompok politik atau oposisi moderat.

Dia juga mengingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dalam membantu Suriah melawan terorisme di negaranya tidak meminta apapun, tidak ada bisnis di dalamnya karena ini adalah kepentingan bersama, kepentingan Rusia dalam mencegah perluasan ruang lingkup teroris dan mencegah penggulingan rezim Suriah. Bahkan Rusia menginginkan ketenangan dan kedamaian bagi negara-negara Timur Tengah seperti Irak dan Suriah. [ARN]

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: