News Ticker

Bashar al-Assad; Tindakan Rusia di Suriah Juga Untuk Lindungi Eropa

12 Desember 2015

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Aktivitas Rusia di Suriah adalah juga sebuah tindakan untuk melindungi Eropa. Demikian diungkap Presiden Suriah Bashar al-Assad kepada kantor berita EFE dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Jum’at (11/12) kemarin.

Ketika ditanya mengenai apa yang diminta Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai imbalan untuk membantu pihak berwenang Suriah dalam perang melawan organisasi teroris ISIS yang terlarang di Rusia, Assad mengatakan: “Ia (Putin) tidak meminta imbalan apa pun, satu alasan sederhananya, ini bukan perdagangan.” Kata Assad menambahkan “Pada kenyataannya, hubungan normal antara kedua negara didasarkan pada kepentingan bersama,” (Baca juga:Putin: Militer Rusia di Suriah Adalah Untuk Memerangi Terorisme Internasional)

“Masalahnya adalah kepentingan bersama apa yang sama-sama dikejar Suriah dan Rusia? Apakah Rusia tertarik pada pertumbuhan terorisme di Suriah, pada runtuhnya negara Suriah, pada anarkisme? Tidak, [Rusia] tidak tertarik [pada semua itu],” kata Assad menambahkan bahwa Moskow “menginginkan stabilitas di Suriah, Irak dan di kawasan secara keseluruhan.”

“Kami berada sangat jauh dari Rusia, dan biar saya tambahkan, tidak begitu jauh dari Eropa,” ungkap Presiden Suriah itu. “Dengan segala hormat, aktifitas Rusia di Suriah adalah mewakili sebuah tindakan untuk memberla Eropa,” tambahnya. Assad menambahkan bahwa serangan-serangan teroris yang terjadi di Eropa baru-baru ini adalah bukti bahwa apa yang terjadi di Suriah juga mempengaruhi Eropa. (Baca juga:Ramzan Kadyrov; CIA Dalang Pembunuhan Warga Rusia Oleh ISIS)

Presiden Suriah menekankan bahwa Rusia tidak berencana untuk membuka pangkalan militer baru di Suriah. “Mereka [Rusia] membantah sendiri dua hari yang lalu. Jika mereka telah merencanakan sesuatu, mereka pasti akan mengumumkannya,” tambahnya. Assad juga mengatakan bahwa Iran tidak memiliki rencana untuk membuka pangkalan militer sendiri di Suriah . “Tidak, mereka [Iran] tidak pernah memikirkan hal itu, tidak pernah mengangkat atau membahas masalah ini,” ungkap sang presiden. (Baca juga:DAHSYAT… Badan Keamanan Rusia Bongkar Aliran Dana ISIS di Irak dan Suriah)

Pada tanggal 9 Desember juru bicara resmi Departemen Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan bahwa Moskow tidak akan membuka pangkalan udara baru di wilayah Suriah karena tidak ada kebutuhan dalam hal ini. “Seseorang tidak perlu menjadi seorang ahli militer untuk mengerti bahwa hanya butuh waktu sekitar 30-40 menit bagi setiap pesawat Rusia untuk terbang dari pangkalan udara Hmeimim ke setiap titik di wilayah Suriah. Jadi, tidak perlu membangun pangkalan udara Rusia tambahan di wilayah Suriah, “kata Konashenkov.(ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: