Gambia Proklamirkan Diri Sebagai Republik Islam

13 Desember 2015

BANJUL GAMBIA, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Gambia, Yahya Jammeh memproklamirkan negaranya yang mayoritas Muslim dibawah pimpinannya saat ini, sebagai Republik Islam. Ia mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memutuskan ikatan dengan masa kolonial. (Baca juga: Teroris Al-Qaeda, Ahrar al-Sham, ISIS Adalah Gerombolan Perampok Berbaju Islam)

Jammeh mengatakan kepada TV pemerintah bahwa proklamasi tersebut sejalan dengan “nilai-nilai identitas religius” Gambia.

“Sejalan dengan identitas agama dan nilai-nilai negara, saya menyatakan Gambia sebagai negara Islam,” ungkap Jammeh di televisi negara sebagaimanan dikutip the Guardian, Sabtu (12/12) . “Karena Muslim adalah mayoritas di negeri ini, Gambia tidak bisa lagi untuk melanjutkan warisan kolonial,” tambah sang presiden.

Namun begitu, Jammeh menyatakan bahwa tidak ada aturan dalam berpakaian yang akan diterapkan dan warga negara yang menganut agama selain Islam, mereka tetap diijinkan menjalankan agamanya secara bebas.

Menurut pernyataan tersebut, penduduk Gambia berjumlah sekitar 1,8 juta jiwa, dan sekitar 95% warganya menganut Islam. Bekas wilayah kolonial Inggris ini bersandar pada sektor wisata. Belakangan ini hubungan Gambia dengan negara Barat memburuk. Uni Eropa sementara menarik bantuan dana untuk Gambia pada tahun lalu karena dianggap memiliki catatan HAM yang buruk.

Jammeh telah menjadi presiden di negara kecil Afrika Barat ini selama 21 tahun. Jammeh menarik Gambia dari perkumpulan negara persemakmuran pada 2013, dan menyebut organisasi itu merupakan bentuk dari neo-kolonial. (ARN)

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: