ISIS Memperoleh Gas Sarin dari Turki

15 Desember 2015

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Kelompok Takfiri ISIS memperoleh bahan yang diperlukan untuk memproduksi gas sarin yang mematikan melalui Turki, kata seorang anggota parlemen Turki.

Mengutip bukti dari kasus pidana tertutup, Eren Erdem, anggota dari oposisi utama Turki Parta Republik Rakyat (CHP), mengatakan kepada RT pada hari Senin (14/12) bahwa Ankara gagal menyelidiki rute pasokan gas beracun (Sarin) yang digunakan oleh ISIS di Suriah dan Irak.

“Ada data dalam surat dakwaan ini. Bahan senjata kimia sedang dibawa ke Turki dan dimasukkan bersama-sama di Suriah di kamp-kamp ISIS” katanya.

Pada tanggal 21 Agustus 2013, senjata kimia digunakan di daerah Ghouta di pinggiran kota Damaskus. Ratusan orang tewas dalam serangan itu. Menurut laporan, roket yang digunakan dalam serangan itu adalah buatan tangan dan berisi gas sarin.

Erdem, yang menuduh pemerintah Turki terlibat, membawa masalah di parlemen pada hari Kamis. Ia menyebutkan kasus pidana dengan nomor 2013/12 dibuka oleh Kantor Jaksa Agung Adana.

Selama proses kasus itu terungkap bahwa beberapa warga Turki mengambil bagian dalam negosiasi dengan teroris atas pasokan gas sarin.

Berdasarkan bukti, polisi Adana melakukan beberapa penggerebekan dan menangkap 13 tersangka. Tapi setelah seminggu, kasus itu ditutup dan semua tersangka dibebaskan dan menyeberang ke keperbatasan Suriah.

“Jaksa Republik dari Adana, Mehmet Arikan, membuat operasi terkait penahanan orang-orang. Tapi sejauh yang saya mengerti dia bukan orang yang berpengaruh di birokrasi. Seminggu setelah itu, jaksa penuntut umum lain ditugaskan, mengambil alih dakwaan dan semua tahanan dibebaskan. Dan mereka meninggalkan Turki dengan menyeberangi perbatasan Suriah, “kata Erdem.

Erdem juga mengatakan bahwa ada bukti keterlibatan Turki Teknik dan Industri Chemical Corporation. [ARN/Ptv]

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Tuduhan Pengkhianatan Oleh Erdogan Adalah Bukti Gas “Sarin” ISIS Dipasok Oleh Turki – VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: