News Ticker

Izin Tak Sesuai Peruntukan AHOK Semprot Pengusaha Hotel :Video

15 Desember 2015,

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Handoyo, pengusaha hotel kelas melati di Jakarta, terkena omelan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok, Senin (14/12/2015). Omelan yang dilontarkan Ahok setelah Handoyo memprotes penyetopan izin usaha miliknya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (Baca juga: Dua Pemimpin Fenomenal Anak Negri ‘JOKOWI-AHOK’ Beda Karakter)

Awalnya, Handoyo hanya ingin menanyakan soal prosedur perubahan izin usaha Hotel Penthouse miliknya kepada gubernur Ahok. Pasalnya, menurut dia, Dinas Penataan Kota DKI Jakarta telah menyetop izin operasional hotel di Jalan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat itu dengan alasan peruntukkannya masih berstatus hunian.

“Saya cuma ingin meminta pentunjuk apakah serkarang ini saya bisa merubah status hotel saya dari hunian menjadi komersil. Karena, katanya, berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2014, hotel saya semestinya tidak boleh lagi berstatus hunian tapi harus komersil,” katanya, di Balaikota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015). (Baca juga: TELAK! Dokumen Ini Mematahkan Tuduhan BPK kepada Ahok Terkait Sumber Waras)

“Tapi bukannya kasih penjelasan, Pak Ahok malah marah-marahi saya. Seolah-olah saya ini bersalah dan sering bermain dengan oknum dinas. Saya kan sebenarnya pihak yang dirugikan. Dan nggak tahu apa-apa. Harusnya dia kan ngasih penjelasan. Atau kasih saya penghargaan karena selama ini saya enggak pernah memaksa-maksa atau melobi-lobi dinas. Justru hotel lain yang melobi,” tuturnya.

Handoyo lantas menyebut 80 persen hotel di kawasan Mangga Besar, Taman Sari, awalnya juga sebetulnya berstatus izin hunian seperti hotel miliknya. Namun, menurutnya, belakangan hotel-hotel itu dapat merubah status menjadi komersil dengan cara melobi oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta sehingga usahanya dapat terus berjalan.

“Yang lain diubah menjadi komersil, kecuali saya. Hotel saya tetap masuk ke hunian, yang lain sudah komersil. Lalu sekarang izin usaha hotel saya disuruh stop pada Februari 2017. Saya enggak mau. Makanya saya datang untuk minta kepastian ke Pak Ahok. Karena ini kan investasi besar. Belum lagi masalah kredit. Jadi saya butuh kepastian. Bukannya dimarah-marahin,” paparnya. (Baca juga: UNTUKMU Jonru dari seorang NASRANI)

Handoyo lantas mengancam akan menggugat Ahok bila pada Februari 2017 nanti Pemprov DKI tetap menyetop izin usaha hotelnya. “Kalau hotel saya 2017 nanti distop akan saya gugat langsung melalui pengadilan dan tujuannya langsung Pak Ahok,” imbuhnya.

Ahok tampak emosi setelah mendengar keluhan yang disampaikan Handoyo. Bahkan orang nomor satu di Pemprov DKI Jakarta ini sempat memukul-mukul berkas yang ditunjukkan Handoyo. Ahok menuding Handoyo telah melakukan pelanggaran.

“Jadi di Jakarta ini terjadi banyak pelanggaran peruntukkan sebetulnya. Kayak pelanggaran peruntukkan perumahan jadi tempat usaha sama seperti di Kebayoran Baru atau Lama kan banyak. Itu pelanggaran itu sudah 30-40 tahun,” kata Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur ini lantas mengaku rutin mensosialisaikan pembenahan dan penataan kota. Termasuk menertibkan izin usaha yang tidak sesuai peruntukkan. “Tapi yang namanya orang, suka enggak peduli, saya juga enggak tahu apa ada oknum di bawah main atau enggak. Nah ini kasus hotel sama. Mungkin ada oknum waktu membuat peta itu, yang didekati yang dikasih duit,” ungkap Ahok.

Ahok menjelaskan, meski izin usahanya ditertibkan, pemilik hotel tersebut tetap diberikan toleransi dua tahun agar tetap bisa beroperasi. Sementara untuk merevisi izin usaha harus menunggu lima tahun sesuai perda yang berlaku.

“Perda mengatakan lima tahun baru boleh diubah direvisi. Jadi semua masalah yang masuk ke kami kami simpen untuk kami rubah di perda 2019. Tapi usahanya bagaimana? Kan syarat peruntukan dia boleh nggak kita kasih perubahan peruntukan? Enggak boleh dong. sekarang. Kan perda. Trus izinnya dicabut karena kita enggak bisa kasih izin,” papar Ahok.

“Dari situ ada gubernur punya hak memberikan toleransi dua tahun untuk operasional ada pergub yang mengatur. Tapi dia ngotot dia mau langsung dirubah. Kan ngeyel banget ni orang. Padahal saya sudah mau bantuin, saya masih baik hati kasih dia toleransi sampai 2017,” tuntas Ahok. (ARN)

Sumber: BisnisPariwisata

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: