News Ticker

Rizal Chalid 2 Kali Mangkir, MKD Putuskan Tak Panggil Lagi “Mafia” itu

15 Desember 2015

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Kendati dua kali mangkir dari panggilan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), namun, “peradilan” wakil rakyat sudah memutuskan tak akan memanggil paksa Mohamad Riza Chalid (MRC) saudagar minyak tersebut. Dengan begitu, segala keterangannya tidak dibutuhkan lagi.

Seperti diketahui, dalam kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan teradu Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov), MKD telah memanggil MRC dua kali. Meski pada tata beracara di MKD pemanggilan ketiga bisa menggunakan peran pihak Polri, tetapi berdasarkan hasil rapat internal, diputuskan MRC tidak perlu dihadirkan di sidang, ada apa dan kenapa??

Melalui rapat internal MKD, Senin (14/12) malam, dengan dalih adanya keterbatasan waktu, akhirnya diputuskan bahwa MRC tak akan dipanggil ulang. Persoalannya, sebelum reses Sabtu (19/12), MKD mematok target putusan terhadap Setnov harus sudah diambil guna menentukan nasib sang pimpinan dewan. MKD memang banyak cerita dan banyak alasan.

MRC yang belakangan dikabarkan berada di luar negeri, sepertinya memang piawai berkelit. Setelah menyeret Setnov dalam putaran karut marut permintaan saham kepada PT Freeport Indonesia, ia langsung lenyap bak ditelan bumi. Raibnya pengusaha yang konon memiliki jaringan pertemanan level tinggi ini, ditengarai sengaja dilakukannya untuk mengamankan berbagai kebijakan para petinggi.

Sebagaimana diketahui, dari rekaman berdurasi 120 menit yang diputar di MKD, MRC sepertinya sangat mengetahui detail seluruh isi Republik.ini. Ia mampu bertutur tentang pencalonan Prabowo Subianto, hingga pencalonan Joko Widodo dalam pemilihan Presiden tahun 2014 lalu. Bahkan, dirinya juga berani menyebut Jokowi bakal jatuh bila tidak memperpanjang ijin kontrak karya PT Freeport.

Tetapi, menjelang keterangannya dibutuhkan oleh MKD, MRC sepertinya lebih suka menghindar. Pasalnya, semisal dirinya datang, tak menutup kemungkinan ia bakal tergagap- gagap dicecar anggota MKD yang ingin menguliti seluruh omongannya yang direkam Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Jadi, lenyapnya dia bukan tanpa perhitungan yang matang. Siapa yang perintahkan dia kabur?

MKD Mati Kutu

Wakil Ketua MKD Junimart Girsang boleh-boleh saja ngotot untuk tetap menghadirkan MRC di persidangan. Namun, fakta di lapangan, mayoritas anggota MKD bersatu padu tak setuju atas sikap politisi PDI Perjuangan itu. Padahal, harusnya kehadiran MRC jelas sangat dibutuhkan karena ia merupakan tokoh sentral yang mengetahui persis kerangka kasus permintaan saham tersebut.

Sebaliknya, MKD sendiri akhirnya Senin (14/12) lebih suka melakukan pemeriksaan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Padahal korelasi Luhut dalam kasus pencatutan nama Presiden serta Wakil Presiden ini, sebenarnya sangat tipis. Sebab, nama Luhut hanya ikut “dicatut” saat terjadi perbincangan.

MKD yang sewaktu melakukan pemeriksaan terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said terkesan sangat galak, bahkan cenderung memposisikan diri Sudirman sebagai “terdakwa”, ternyata di hadapan Luhut anggota MKD mati gaya. Berulangkali pertanyaan yang dilontarkan, dengan mudah dipatahkan oleh Luhut.

Purnawirawan Jendral AD itu, sangat tenang menghadapi alur pemeriksaan yang berlangsung sekitar 3 jam. Dengan intonasi yang tegas, beberapa kali pertanyaan anggota MKD dijawab secara lugas. Anggota MKD Ahmad Bakri dari Fraksi Partai Amanat Nasional yang merasa tak puas, berniat akan menggali keterangan lebih jauh, namun saat diinterupsi oleh Luhut, ia pun tidak berkutik.

Begitu pula anggota MKD lainnya, pertanyaan- pertanyaan yang dilancarkan pada Luhut, dengan gampang ditepis. Seakan, persidangan berjalan di bawah tekanan Luhut, bukan sebaliknya. Hingga pemeriksaan dinyatakan selesai, Luhut masih diberi kesempatan menyampaikan statement penutup. Masih tetap memperlihatkan wajah dingin, ia mengucapkan permohonan maaf terhadap seluruh pimpinan dan anggota MKD. Apa pun kesimpulan sidang, yang jelas Luhut telah mampu membuat MKD mati kutu. [ARN]

About ArrahmahNews (12478 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: