News Ticker

Wanita Suriah Bersatu Lawan ISIS Demi Bela Tanah Air

15 Desember 2015

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – Ada sebuah kelompok pasukan di Suriah yang beranggotakan para perempuan lulusan dari kamp pelatihan di kota timur laut Al-Qahtaniyeh. Para wanita yang sebagian besar berasal dari latar belakang kristen itu bertekad untuk mengangkat senjata dan menentang ide-ide tradisional ISIS yang hanya menjadikan wanita pembantu rumah tangga dan pelayan nafsu laki-laki.

Para anggota batalion yang disebut Pasukan Perlindungan Perempuan Tanah Antara Dua Sungai dan berasal dari latar belakang yang berbeda itu, disatukan oleh satu tujuan untuk melindungi masa depan negara dan keluarga mereka.(Baca juga:Berjuang Lawan ISIS, Wanita Cantik Denmark Ini Justru Dianggap Ekstremis)

Di bawah kendali Daesh/ISIS, wanita Suriah tidak bisa memiliki hak-hak mereka. Kebangkitan para wanita ini dilakukan demi menentang ideologi ISIS yang membatasi semua gerak wanita. Ribuan warga Suriah telah melarikan diri dari rumah-rumah mereka semenjak para jihadis itu menguasai kota-kota mereka. Warga Suriah yang berasal dari non muslim di berbagai tempat terancam kematian setiap saat.

“Saya tidak takut Daesh, dan kami akan berada dalam pertempuran berikutnya melawan teroris,” ungkap seorang pejuang perempuan, Thabirtha Samir, 24th, kepada AFP, sebagaimana dilaporkan Sputnik (14/12).

Perekrut lain, Babilonia, 36th, adalah mantan penata rambut yang didorong oleh suaminya untuk mengangkat senjata dan menentang ide-ide tradisional ISIS.(Baca juga:LAGI, Teroris ISIS Berusaha Kabur Dengan Berpakaian Dan Make-up Ala Wanita)

Ia mengatakan kepada AFP bahwa ia merindukan kedua anaknya, tetapi “berjuang untuk melindungi masa depan mereka”.

Formasi kelompok Pasukan Perlindungan Perempuan untuk Tanah diantara Dua Sungai ini mengikuti jejak pasukan perempuan sebelumnya yang juga melawan teroris, yaitu Unit Perlindungan Wanita (YPJ), sebuah faksi dari Unit Perlindungan rakyat Kurdi (YPG).

Kelompok YPJ baru-baru ini telah merebut kembali kota Hol, lokasi yang strategis bagi ISIS pada rute utama antara Suriah dan Irak.

Salah satu komandan mereka mengatakan: “Mereka percaya jika seseorang dari Daesh (ISIS) dibunuh oleh seorang gadis, seorang gadis Kurdi, maka mereka tidak akan masuk surga.”(ARN)

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: