News Ticker

Rizal Assad: Saudi Bentuk Aliansi “Pro” Terorisme dan Ekstrimisme

16 Desember 2015, 

SURIAH, ARRAHMAHNEWS.COM – Direktur Organisasi untuk Demokrasi dan Kebebasan di Suriah mengklaim bahwa masyarakat internasional harus lebih kritis terhadap koalisi anti-teror baru yang dipimpin, dimana koalisi itu mencakup negara-negara yang menghasut kekerasan sektarian dan agama. (Baca juga: Video Khotib Jum’at New York; Baca Buku Wahabi Bisa Jadi Teroris)

Wahabisme Ciptaan Barat“Masyarakat internasional harus lebih kritis terhadap koalisi anti-teror baru yang dipimpin Saudi, dimana koalisi itu mencakup negara-negara yang menghasut kekerasan sektarian dan agama,” ugkap direktur Organisasi untuk Demokrasi dan Kebebasan di Suriah, Ribal Al-Assad pada Sputnik, Rabu (16/12).

“(aliansi) ini benar-benar konyol dan penuh kontradiksi karena (aliansi tersebut) berasal dari negara-negara di mana para Muftinya beberapa tahun lalu, telah menyerukan kepada umat Islam, untuk membakar gereja … dan juga menyambut (ideologi Ikhwanul Muslimin pimpinan Yusuf) seruan Qaradawi untuk mengangkat senjata dan membunuhi kelompok Minoritas dan Alawi, “ungkap Assad, pada Selasa (15/12). (Baca juga: Kadyrov: Turki Bantu Wahabi dan Daulah Islamiyah (ISIS) Untuk Hancurkan Islam

)

Ribal Assad menambahkan bahwa masyarakat internasional harus mengecam aliansi ini dan tidak hanya membiarkannya serta mengatakan hal ini bagus.

Pada hari Selasa kemarin, Arab Saudi mengumumkan pembentukan koalisi Muslim 34 negara untuk melawan ekstremisme dan terorisme. Termasuk dalam upaya ini adalah negara-negara dengan catatan pelanggaran HAM tinggi dan negara-negara yang meminggirkan dan melakukan kekerasan terhadap kelompok minoritas. (Baca juga: Belgia Larang Sekte Wahabi dan Ambil Alih Masjid Agung Brussels dari Saudi)

“Kita harus tegas terhadap semua kelompok yang berbagi ideologi sesat yang sama, apapun mereka, apapun bentuk mereka, juga semua negara yang mendukung mereka, dan semua orang yang menghasut kebencian (agama) sektarian, kekerasan dan pembunuhan,” ungkap Ribal Assad.

Ribal Assad yang kini berdomisili di London dan juga sepupu dari presiden Suriah, Bashar al-Assad, memperingatkan bahwa sejumlah anggota koalisi baru termasuk Turki, Qatar dan Arab Saudi telah mendukung kelompok-kelompok ekstremis Islam dimana semuanya berbagi ideologi sesat yang sama Salafi Wahabisme “seperti halnya ISIS, yang juga dikenal sebagai Daesh. (Baca juga: Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-Buku Wahabi)

Kegagalan oleh barat untuk mengutuk para pendukung ideologi tersebut adalah penyebab “mengapa kita akan memiliki lebih banyak serangan teroris di barat”, ungkap Rizal Assad menunjuk catatan pengaruh para pemimpin ideologi dukungan negara-negara itu dalam membentuk pemikiran beberapa Muslim menjadi radikal. (Baca juga: Sekjen ISNU: Wahabi dan Barat Hancurkan Islam dengan Isu Sektarian dan Palsukan Hadis Aswaja)

Arab Saudi adalah eksportir utama ideologi Wahabi, yang bahkan sudah diidentifikasi sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, sebagai elemen kunci dalam mendukung terorisme yang mengatasnamakan Islam. (Baca juga: Tunisia Sita 25 Ton Buku-Buku Takfiri Wahabi)

Organisasi-organisasi HAM utama di dunia secara rutin telah mengkritisi Arab Saudi karena telah melakukan berbagai pelanggaran HAM, eksekusi sangat tidak manusiawi dan mengintimidasi kaum minoritas, wanita serta diskriminasi-diskriminasi sistemik lainnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12489 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: