News Ticker

BRUTAL! Hanya Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata, Saudi Bombardir Yaman

17 Desember 2015

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Serangan udara Saudi masih terus dilancarkan terhadap sasaran sipil di berbagai kota di Yaman, pada hari Rabu (16/12) kemarin, melanggar gencatan senjata tujuh hari yang telah diumumkan sebelumnya.

Saba Net melaporkan bahwa hanya beberapa jam setelah gencatan senjata dimulai, Koalisi yang dipimpin Saudi kembali melakukan beberapa serangan udara di provinsi Ma’rib, Yaman. Jet-jet tempur Saudi juga menyerang provinsi Ta’iz. (Baca juga: BIADAB! Jelang Gencatan Senjata, Saudi Bombardir Yaman Dengan Bom Klaster)

Pelanggaran Arab Saudi terhadap gencatan senjata itu terjadi di tengah pembicaraan damai yang sedang berlangsung di Swiss, dan pembicaraan kemungkinan pertukaran tawanan perang dari kedua belah pihak.

Setelah beberapa minggu konsultasi intensif dengan pihak-pihak yang bertikai di Yaman, serta dengan keterlibatan pihak-pihak regional maupun internasional, Utusan Khusus PBB bagi negara itu mengumumkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk membuka serangkaian pembicaraan di Swiss pada tanggal 15 Desember dengan tujuan untuk membangun gencatan senjata permanen dan komprehensif. (Baca juga: Analis ; Gencatan Senjata, Upaya Putus Asa Saudi Keluar Dari Yaman)

“Kami sangat percaya bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri penderitaan rakyat Yaman dan untuk membangun kembali kepercayaan diri, saling kepercayaan, dan menghormati adalah melalui dialog damai dan inklusif,” ungkap Cheikh Ahmed, kepada wartawan di Jenewa, Senin lalu.

Utusan khusus PBB itu juga mengatakan bahwa kedua pemerintah Yaman, Ansarullah dan pihak terkait lainnya telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pembicaraan, yang akan dipiimpinnya yang juga akan juga mencakup delapan negosiator serta empat penasehat untuk setiap delegasi. Pembicaraan juga diatur untuk mengamankan perbaikan dalam situasi kemanusiaan dan mengembalikan transisi politik yang damai dan tertib.(Baca juga: Terus Salah Target, Saudi Hantam Markas Tentara Bayarannya Sendiri)

Ia menambahkan bahwa tujuannya adalah untuk mengembangkan rencana pelaksanaan resolusi Dewan Keamanan yang relevan, termasuk langkah yang diadopsi pada bulan April 2015 yang menuntut semua pihak untuk segera dan tanpa syarat mengakhiri kekerasan dan menahan diri dari tindakan-tindakan sepihak lanjutan yang akan mengancam transisi politik. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: