News Ticker

Ketum ICMI, Jimly Asshiddiqie: Umat Islam Jangan Mau Diadu Domba dengan Isu Sektarian

17 Desember 2015

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Prof. Jimly Asshiddiqie, ketua umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang baru, menyerukan kepada seluruh ummat Islam Indonesia untuk menghentikan debat Sunni-Syiah. Ketua ICMI itu dalam cuitannya di akun twitter, ‏@JimlyAs, kemarin, Rabu (16/12), dengan menyatakan bahwa sesama ummat Islam sebaiknya jangan mau diadu domba. (Baca juga: MEDIA WAHABI MENGADU DOMBA UMAT NABI SAW?)

“Baru rapat sebagai Ketum ICMI di rumah Wapres tentang radikalisme dan ISIS. Kita ajak umat dan warga bangsa hentikan debat Sunnah-Syiah. Sama-sama Islam jangan mau diadu-domba” demikian cuit sang ketua ICMI yang baru. (Baca juga: Zein Al-Kaf “Al-Bayyinat” Corong Wahabi Indonesia Anti Persatuan Islam)

jimly1
Dalam cuitannya di hari yang sama, Jimly yang menyebut baru saja menghadiri rapat di rumah Wakil Presiden Yusuf Kalla tentang radikalisme dan ISIS itu, mengingatkan kepada pihak-pihak yang suka menyesatkan satu sama lain untuk lebih mawas diri. Menurutnya, biasanya yang menyatakan orang lain sesat justru adalah pihak yang sesat itu sendiri, dan merekalah yang akan berakhir di neraka.

“Yang sesat sebenarnya, yang ngecap sesat orang. Jika jelang ajal yg dicap sesat ternyata husnulhotimah,tukang caplah yg ke neraka” ungkap Jimly di hari yang sama. (Baca juga: Pemilik “Arrahmah” Mantan Teroris dari Keluarga Pendukung Al-Qaeda Fitnah Media Aswaja ArrahmahNews.com

)

jimly
Cuitan Jimly itu kemudian mendapat beberapa tanggapan persetujuan antara lain, melalui retweet dari Abdillah Toha melalui akun twitter, @abdillahtoha1, yang menyatakan bahwa kepicikan adalah sumber intoleransi yang menyebabkan perpecahan ummat.

“setuju. Kepicikan pangkal intoleransi. Jangan lihat yang ekstrim. Mainstream kedua aliran sama2 Islam,” ungkap Abdillah Toha. (Baca juga: Skenario Wahabi Takfiri di Indonesia)

Capture
Prof. Jimly Asshiddiqie terpilih sebagai ketua umum ICMI periode 2015-2020 dalam Muktamar ke-VI Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada 11-13 Desember 2015 di Auditorium Universitas Mataram, NTB. Jimly terpilih dari tujuh formatur yang ditetapkan menjadi kandidat ketua.

Dalam pidatonya, Jimly menyampaikan kerja pengurus ICMI periode sebelumnya. Selain itu, dia berkomitmen bahwa ICMI tidak terkait dengan parpol manapun. (Baca juga: Ketegangan Sunni-Syiah Hasil Rekayasa Wahabi Takfiri)

“ICMI tidak berafiliasi ke partai politik yang kini berebut meramaikan iklim perebutan jabatan dan politik saat ini,” katanya.

“Hal itu karena watak politik, di manapun selalu memecah belah dan tak jarang terjebak dalam isu pecah belah umat,” lanjut Jimly.

Muktamar tahun ini juga dibarengi Milad ICMI ke-25 dan didukung penuh Gubernur NTB, Zainul Majdi yang ikut memberikan sambutan sebagai tuan rumah. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: