News Ticker

Ungkap Keterlibatan Turki Pasok Gas Sarin ISIS, Politikus Turki Dituduh Berkhianat

17 Desember 2015

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Politikus Turki yang juga seorang anggota parlemen Eren Erdem kini terpaksa harus menghadapi tuduhan “pengkhianatan” dari pemerintah Turki, setelah menyatakan dalam wawancara bersama Russia Today, bahwa ISIS telah mendapatkan gas Sarin yang digunakan untuk menyerang rakyat Suriah, dari Turki.

Kepala Kantor Kejaksaan Ankara membuka kasus terhadap anggota parlemen Istanbul, Eren Erdem dari Partai Republik Rakyat (CHP) setelah wawancaranya tentang gas sarin disiarkan di RT pada Senin (14/12). (Baca juga: ISIS Memperoleh Gas Sarin dari Turki)

“Bahan-bahan senjata kimia itu dibawa dari Turki dan disatukan di kamp-kamp ISIS di Suriah, yang dikenal sebagai Iraknya Al-Qaeda pada waktu itu.”

Erdem menyatakan bahwa bahan-bahan kimia yang digunakan untuk senjata kimia itu tidak asli berasal dari Turki. “ Semua material dasar itu dibeli dari Eropa. Institusi-institusi di barat harus menanyakan kepada diri mereka sendiri mengenai kaitan mereka dengan hal ini. Sumber-sumber Barat itu tahu dengan sangat baik siapa yang melakukan serangan gas Sarin ke Suriah,” ungkap Erdem pada RT. (Baca juga: Anggota Parlemen Turki; Ankara Pasok Gas Beracun Untuk Teroris di Suriah)

Menurut laporan media Turki, pada Rabu (16/12), kantor kejaksaan berencana untuk mengirim rekapitulasi mengenai proses peradilan ini kepada Departemen Kehakiman pada hari Kamis. Setelah itu, rekapitulasi tersebut dapat diteruskan ke parlemen Turki, yang bisa memilih untuk mencabut kekebalan parlemen Erdem.

Setelah media massa Turki melaporkan investigasi kriminal telah dibuka terhadap Erdem, hashtag# ErenErdemYalnızDeğildir-#ErenErdemYouAreNotAlone mulai beredar di jejaring sosial Turki. (Baca juga: LAGI…Pasukan Suriah Temukan Bukti Bantuan Turki Untuk Teroris)

Pada hari Selasa, Erdem mengeluarkan pernyataan yang ditulis dalam pembelaannya, dimana ia mengatakan bahwa dirinya telah menjadi sasaran kampanye kotor karena pernyataan yang dibuatnya di parlemen.

Ia mengklaim bahwa dirinya telah menerima ancaman pembunuhan melalui media sosial setelah publikasi wawancara dengan RT. Ia juga mengungkapkan bahwa organisasi paramiliter Turki, Ottoman Hearths, telah menerbitkan alamat rumahnya di Twitter untuk memungkinkan serangan terhadap rumahnya.

“Saya telah menjadi sasaran ancaman kematian karena saya secara patriot telah menentang sesuatu yang menginjak-injak kehormatan negara saya,” katanya.

Adapun soal tuduhannya mengenai keterlibatan pengusaha Turki yang telah memasok ISIS dengan gas beracun sarin serta reaktan lainnya yang diperlukan untuk senjata kimia, Erdem menegaskan bahwa pernyataan itu dibuat berdasarkan hasil penyelidikan pengadilan Turki di tahun 2013. (ARN)

About ArrahmahNews (12477 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: