News Ticker

DITINGGALKAN…Bahkan Amerika Desak Turki Tarik Pasukan Ilegalnya Dari Irak

18 Desember 2015

WASHINGTON DC, ARRAHMAHNEWS.COM – Amerika Serikat telah meningkatkan tekanannya pada hari Rabu (16/12) kemarin kepada Turki, agar segera menarik pasukan tidak sahnya dari Irak. Washington menyatakan bahwa desakannya itu bertujuan untuk meredakan sengketa yang semakin meruncing dalam hubungan antara kedua negara.

Wakil Presiden AS, Joe Biden, dalam panggilan teleponnya dengan pemimpin Irak, menyatakan kepercayaannya kepada klaim Irak bahwa tetangganya (Turki) telah melanggar kedaulatan Irak dengan mengirimkan pasukan ke kamp pelatihan di Irak utara. Wapres AS itu juga bahkan mengatakan pernyataan gedung putih kepada Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, bahwa penyebaran pasukan itu “memang terjadi tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemerintah Irak”. (Baca juga:Demo Rakyat Irak Tolak Kehadiran Pasukan Turki ‘Erdogan Pengecut’)

Pemerintah Irak sangat marah atas langkah Turki mengirim pasukan ke kamp di wilayah Bashiqa, dekat kota Mosul. Abadi telah menuntut agar tentara Turki segera menarik diri dari wilayah Irak. Namun Turki berkilah bahwa pasukan tambahan itu diperlukan untuk melindungi pasukannya dari serangan ISIS. Kekhawatiran yang secara kebetulan seperti dibuat terbukti, ketika secara tiba-tiba pada hari Rabu, milisi ISIS menyerang kamp tersebut, menewaskan tiga pejuang Irak dan melukai beberapa pelatih Turki. (Baca juga:PANAS! Irak Resmi Laporkan Turki ke DK PBB, Erdogan Mulai Kecut)

Memanasnya hubungan antara Irak dan Turki telah berubah menjadi gangguan yang tidak diinginkan bagi AS, yang kini sedang berusaha membangun pandangan bahwa negaranya serius memerangi ISIS. Awal Desember lalu Turki mengirim 150 pasukannya bersama artileri dan tank ke Kamp Bashiqa di Mosul, Irak.

Irak menuduh Turki melanggar kedaulatannya karena mengirim pasukan ke Mosul tanpa adanya izin dari Baghdad. Turki dituntut untuk menarik pasukannya dalam tempo 48 jam dan mendesak NATO untuk menggunakan kewenangannya agar Turki segera angkat kaki dari wilayahnya.(ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: