News Ticker

Harian Perancis: Putin, Sang Pahlawan Tak Kenal Kompromi Yang Susahkan Barat

18 Desember 2015

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Sementara Presiden yang tak kenal kompromi dari Rusia itu dipuja-puja di negaranya, ia telah menyusahkan sebagian besar negara-negara Barat karena keengganannya untuk secara buta mengikuti “dogma demokrasi” mereka dan ketegasannya dalam menghidupkan kembali Rusia. Demikian isi sebuah artikel di harian Prancis L’Expression.

Outlet berita itu menyatakan bahwa sambutan puja-puji luar biasa dari mayoritas warga Rusia terhadap Presidennya itu, bersamaan dengan sangat terganggunya negara-negara Barat terhadap sang presiden yang prestasi-prestasi gemilangnya akhir akhir ini berusaha mereka abaikan. (Baca juga:DAHSYAT! Resolusi 2016 Putin Hancurkan Illuminati)

Pecahnya Uni Soviet pada awal 1990-an menjadi bencana bagi Rusia dan republik-republik Soviet. Saat itu, negara tersebut terpuruk dalam krisis politik, ekonomi dan sosial yang menyakitkan dan telah mencapai titik terendahnya.
“Negara itu semula dipimpin oleh seorang pecandu alkohol, “Boris Yeltsin “, yang menempatkan negara itu pada belas kasihan dari sekelompok oligarki,” ungkap surat kabar tersebut.(Baca juga:Media Italia; Bagaimana Kampanye Kontraterorisme Putin di Suriah mendapat Dukungan Kaum Muslim)

Para oligarki itu antara lain adalah, “warga Yahudi Rusia, Boris Berezovsky, telah membuat Yeltsin bagaikan kerbau yang telah dicocok hidungnya, hingga Berezvosky bisa dengan leluasa melakukan campur tangan dalam semua keputusan politik, Gusinsky (mantan raja media Rusia) dengan leluasa memerintah media, Smolensky (mantan kepala sebuah bank besar di Rusia, yang karena kekayaan, usia muda, serta kekuasaan ayahnya telah dijuluki media sebagai “bayi berkuasa”) yang bisa dengan leluasa mengendalikan ekonomi. “

Dan Putin, yang sebelumnya tidak dikenal dalam kelompok-kelompok oligarki ini, tiba-tiba muncul dari sebuah “suasana bencana yang terlupakan,” memulihkan kepercayaan akan masa depan bagi rakyat Rusia yang telah menderita “krisis”, dan dengan demikian mengembalikan negara itu ke panggung dunia. (Baca juga:WOW..! Putin Sebut Allah Hukum Pemimpin Turki Dengan Jadikan Mereka “Gila”; Video)

Penggambaran secara luas yang ditunjukkan mengenai mantan agen KGB yang maskulin, pemain judo berkelas “Rambo Moskow” itu, seolah melambangkan kebangkitan Rusia yang telah tertinggal dalam kehinaan di tahun 1990-an.

“Tanpa kompromi, ia mengecam intervensi militer NATO yang dilakukan di luar mandat PBB. Ia mengingatkan bahwa Piagam PBB adalah satu-satunya mekanisme pengambilan keputusan pada penggunaan kekuatan sebagai pilihan terakhir dan bahwa tindakan sepihak, yang tentu saja seringnya tidak sah, bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah, ” demikian diungkap surat kabar itu.

“Sementara Amerika tidak bisa menyelesaikan krisis Suriah, dan Perancis terbelah antara keinginan Laurent Fabius, sang Menteri Luar Negeri yang terobsesi dengan tersingkirnya Bashar Al Assad dan orang-orang dari Presiden François Hollande, yang ingin membalikkan strategi militer Perancis di Suriah, raja baru dari Rusia itu telah menentukan nasibnya sendiri. ” (Baca juga:Putin vs. Obama: “Macho Man” vs.”Girly Boy”? ; Video)

Menurut Barat, Putin telah melakukan sebuah dosa besar. Ia telah menyimpang dari dogma demokrasi Barat. Namun pertanyaannya menurut harian tersebut adalah, “apakah demokrasi semacam itu benar-benar cocok untuk negara seperti Rusia?”

“Tidak, Putin memilih untuk memisahkan diri dari kawanan. Ia menolak untuk menjadi domba Panurge (” mouton de Panurge “dalam bahasa Perancisnya menggambarkan seorang individu yang secara buta mengikuti orang lain tanpa berpikir mengenai konsekuensinya).

Dan menurut harian tersebut, Putin lebih memilih mengecam krisis di Suriah, krisis yang disebabkan sebuah intervensi sangat salah yang telah dilakukan Barat terhadap suatu negara. Langkah Putin yang dengan berani membeberkan kecurangan Amerika, NATO dan sekutu-sekutunya itu memberi dunia sebuah sosok pahlawan baru. Sang Pahlawan yang tak kenal kompromi.(ARN)

About ArrahmahNews (12510 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Anugerahkan Gelar Kehormatan Untuk Pangeran Bin Nayef, Perancis Dikecam | VOA ISLAM NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: