News Ticker

PBB Pura-Pura Tidak Tahu Usaha Saudi Gagalkan Perundingan Damai

18 Desember 2015

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Partai politik dan faksi-faksi Yaman yang sedang menggelar perundingan damai di Jenewa, mengutuk upaya Arab Saudi dalam menjegal pembicaraan damai yang sedang berlangsung.

Kantor berita SABA melaporkan beberapa jam sebelum pelaksanaan gencatan senjata diumumkan oleh PBB, yang bertepatan dengan dimulainya perundingan damai kedua antara pihak-pihak yang bertikai di Jenewa, Arab Saudi melalui agen-agen mereka melakukan serangan membabi-buta di Hodeidah, Hajjah, Saada, Taizz dan Ma’rib demi untuk menggagalkan kesepakatan damai.

Husein Zaid bin Yahya, Komandan Selatan Harak mengatakan kepada Al-Alam bahwa Arab Saudi, Amerika Serikat dan tentara bayaran mereka berusaha keras menghambat dicapainya perjanjian damai, karena perjanjian damai akan membuka tabir persekongkolan Barat dengan Arab dalam menginvansi Yaman. Mereka semua menunjukkan permusuhan terhadap Yaman, sejak revolusi 21 September, yang membebaskan Yaman dari penjajahan dan perbudakan Barat.

Faksi-faksi politik di Yaman mengutuk keras agresi ini, yang berusaha menjegal proses perdamaian dan mencegah solusi damai untuk mengakhiri perang. Mereka juga menyatakan bahwa PBB harus memenuhi kewajibannya dan mengeluarkan resolusi untuk menghentikan pelanggaran Arab Saudi dan sekutunya, hingga para peserta yang terlibat dalam perundingan damai dapat mencapai mufakat dan hasil yang positif.

Hasan Zaid, Sekjen Partai Al-Haq mengatakan kepada Al-Alam, “Selama PBB tidak memantau gencatan senjata, dan tidak ada resolusi yang dikeluarkan untuk menghentikan pihak-pihak yang ingin menggagalkan perundingan damai, maka perundingan damai Jenewa tidak akan ada artinya”.

Sementara itu, tentara Yaman dan komite rakyat telah menunjukkan komitmen mereka dalam melaksanakan gencatan senjata. Namun komitmen mereka bergantung dengan kepatuhan para agresor. Pasukan militer tidak akan membiarkan musuh melakukan invansi, dan fakta membuktikan bahwa tentara Yaman di beberapa daerah menghadapi tentara bayaran koalisi Arab.

Pada perundingan Jenewa 1, menunjukkan ketidakseriusan PBB dalam menghentikan pelanggaran yang dilakukan Arab Saudi semasa gencatan senjata. Dan hari ini pada perundingan Jenewa jilid 2 kasus serupa terulang kembali, maka hasil serupa pun akan terulang kembali.  [ARN]

 

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: