News Ticker

Rusia Tak Percaya Koalisi Anti-Teror Saudi

18 Desember 2015

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Menanggapi koalisi anti teror yang baru-baru ini diumumkan Arab Saudi, pihak Rusia secara resmi mempertanyakan mengenai komposisi dan tujuan sebenarnya dari koalisi. Laporan Sputnik menyatakan bahwa para pakar Rusia bahkan menyarankan agar Moskow sebaiknya sebisa mungkin menjauhi upaya Riyadh yang ‘berbahaya dan tak tulus’ tersebut.

Pada Selasa (15/12), Kantor Berita Saudi mengumumkan pembentukan ‘koalisi Islam melawan terorisme’ yang terdiri dari 34 negara, yang memiliki pusat komando operasional gabungan di Riyadh untuk mengoordinasikan dan mendukung operasi mililter. Tujuan koalisi tersebut, tulis Sputnik, adalah ‘untuk melindungi negara-negara Islam dari semua kelompok dan organisasi teroris berdasarkan hak masyarakat untuk mempertahankan diri’. (Baca juga:Rizal Assad: Saudi Bentuk Aliansi “Pro” Terorisme dan Ekstrimisme)

Mengomentari inisiatif militer dan diplomatik terbaru Riyadh, Direktur Pusat Studi Tren Strategis Ivan Konovalov yang berbasis di Moskow, menyampaikan pada Svobodnaya Pressa bahwa ia meragukan intensi dan kemampuan koalisi tersebut untuk memerangi terorisme, karena pemain utama dalam aliansi itu sendiri adalah pemicu kehadiran para teroris.

“Sejujurnya, niatan dari pendukung utama terorisme internasional seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki, untuk memerangi kelompok teroris Islam terdengar konyol, ” kata sang analis seperti dikutip Sputnik, Rabu (16/12). (Baca juga:Lebanon Geram Namanya Dicatut Saudi Dalam “Aliansi Islam Melawan terorisme”)

“Jelas koalisi tersebut tak punya potensi militer sungguhan. Kita bisa lihat dari kasus Yaman, di mana koalisi serupa yang lebih kecil, yang juga dipimin Saudi, memerangi para pejuang Houthi. Namun, koalisi tersebut kemudian menunjukkan ketidakmampuan untuk menghadapi musuh, kalah, dan metode perang, perencanaan, komando, serta kontrol yang mereka terapkan sungguh janggal,” lanjut Konovalov.

Komunitas internasional perlu lebih kritis menanggapi koalisi antiteror pimpinan Saudi, yang melibatkan negara-negara yang menghasut sektarian serta kekerasan berbasis agama, tulis Sputnik.(ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: