News Ticker

Turki-Israel Perbaiki Hubungan Dengan Korbankan Palestina

18 Desember 2015

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Israel dan Turki telah mencapai kesepakatan awal untuk memulihkan hubungan setelah mengalami kebekuan selama lima tahun. Hal ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan dalam pertemuan rahasia mereka di Swiss pada hari Rabu (16/12). Situs intellijen DEBKA file menyatakan bahwa salah satu kesepakatan yang dicapai adalah Ankara harus mencegah organisasi Islam Palestina, Hamas, dari melakukan aktivitas apapun di Turki dan melarang pimpinan gerakan tersebut memasuki negara itu.

Situs berita Ynetnews kemudian mengabarkan pada Kamis (17/12), bahwa kesepakatan yang dicapai pada pertemuan yang dihadiri pimpinan MOSSAD, Yossi Cohen Joseph Ciechanover, sebagai utusan khusus Benyamin Netanyahu, dan utusan khusus Turki yaitu Sekretaris Kementerian Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu itu terdiri dari banyak poin. (Baca juga: Manfaatkan Kondisi Sulit, Pedagang Organ Israel Incar Pengungsi Suriah di Turki)

Poin utama dari kesepakatan tersebut adalah Turki harus segera mencabut semua klaim tuntutannya kepada Israel atas kejadian Mavi Marmara dalam peristiwa serangan ke Gaza 2008-2009, dan Israel akan memberi kompensasi imbalan sebesar 20 juta dolar kepada Turki atas kejadian penyerangan terhadap kapal tersebut. Selain akan mencabut semua tuntutan, Turki juga akan bersedia mencegah kegiatan Hamas di wilayahnya dan bahkan akan memberlakukan larangan secara khusus kepada pejabat tinggi Hamas, Saleh al-Arouri untuk memasuki Turki. Masing-masing kedutaan besar di kedua negara juga akan segera diaktifkan kembali. (Baca juga: Takut Rusia, Turki Dekati Israel)

Sebagai tambahan dari kesepakatan rahasia dua negara yang kini mulai tersebar luas itu, Israel dan Turki menyepakati untuk segera memulai negosiasi tanpa penundaan atas penjualan gas lepas pantai Israel untuk Turki. Ankara juga menawarkan pada Israel untuk segera membicarakan mengenai pembangunan pipa gas ke Eropa melalui Turki dari sumur gas terbesar Israel, Leviathan, saat nanti mulai berproduksi.(Baca juga:Kerjasama Intelijen Israel-Turki untuk Membunuh Presiden Suriah Bashar al-Assad)

Menyusul terungkapnya pertemuan rahasia dua negara, baik pihak Israel maupun Turki sama-sama telah mengakui adanya pertemuan tersebut namun mengingkari telah mencapai suatu kesepakatan.

Kembali membaiknya hubungan antara Israel dan Turki terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Turki. Langkah Rusia yang menyatakan akan menghentikan pasokan gas yang sangat dibutuhkan Turki, membawa Turki pada Israel dan kesepakatan pemulihan hubungan dua negara. (Baca juga: Mantan Menlu Perancis; Israel Kendalikan Intellijen Perancis)

Hubungan Israel–Turki terbentuk pada Maret 1949 ketika Turki mengakui Israel sebagai sebuah negara. Sejak itu, Israel menjadi pemasok utama senjata ke Turki. Kerjasama militer, strategis, dan diplomatik antara Turki dan Israel menjadi prioritas utama pemerintah kedua negara. Kejadian penyerangan Israel ke Gaza pada tahun 2008-2009 serta insiden Mavi Marmara menjadi awal “memburuknya” hubungan dua negara namun perlahan kedua belah pihak saling berkomunikasi untuk memperbaiki hubungan. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: