News Ticker

Si “TOA” Denny Siregar

19 Desember 2015,

SUARA RAKYAT, JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Saya tergelitik membaca komen tadi siang, “Bang Denny dapat apa dari pemerintah? Kelihatannya kok seperti TOA pemerintah?”

Maksud yang nanya baik, karena dia benar-benar hanya menunjukkan keheranannya saja karena setiap kali saya membuat status tentang pemerintah bahasanya selalu positif.

Saya hanya kurang mengerti dengan konsep “dapat apa”. Seperti ada nuansa berharap imbalan disana, kalau saya ngomong baik-baik maka saya akan diberi sesuatu. Bahkan ada yang lebih ekstrim menganggap ada yang menggaji untuk menjadi corong pemerintah.

Tapi kalau harus saya jawab, saya jujur mendapat banyak hal, terutama ilmu.

Sejak mengamati pakde ketika ia menjadi Cagub Jakarta, saya mempelajari rekam jejaknya. Disitulah timbul kekaguman saya akan kekeras-kepalaan-nya terutama saat ia yang waktu itu sbg walikota solo melawan gubernur Jateng Bibit Waluyo, mantan Jenderal juga seniornya di PDI-P. Dan bukan saya saja. Warga Solo yang dulu hanya memberikan suara 30% di awal pilkada, melonjak menjadi 90% saat periode kedua.

Ketika orang banyak yang meragukan ketegasan beliau karena penampilannya dan strategi politiknya yang tampak klemar klemer, saya malah membuat status yang melawan arus. Kalau tidak salah judulnya “Dia orang Solo..” Saya menggambarkan begitulah memang cara orang Solo dalam bersikap, keras kepala tapi santun. Lembut tapi menikam. Bendol-nya di belakang, bukan di depan khas blangkon.

Terus mengamati langkah-langkahnya di tengah arus fitnah terhadap beliau, saya malah mendapat banyak ilmu berkaitan dengan strategi-strategi manajemen konflik yang dilakukannya. Saya yang dulu muak melihat politik karena begitu kasarnya, malah tertarik karena ada sesuatu yang baru disana. “Ini bukan model poin andhika kangen band..” Begitu mgkn pikiran saya.

Saya pembaca buku sidney sheldon, frederick forsyth dan tom clancy. Dan berdasarkan basic intrik dari apa yang saya baca, saya melihat cara-cara menarik yang dilakukan pakde melalui langkah-langkahnya. Benar-benar seperti permainan catur.

Semakin sering saya membuat status tentang langkah-langkahnya -bukan tentang orangnya- semakin saya memahaminya. Saya menjadi lebih pintar karena dipaksa memandang lebih luas suatu permasalahan. Bahkan salah satu status saya diberi label “Salim Said, pengamat militer” hanya karena saya mengungkapkan langkah Jokowi yang tidak terbaca dimana Salim Said sendiri membantahnya. Dan ternyata saya benar.

Status saya dulu yang hanya guyonan gak berkelas menjadi penuh dengan hal-hal yang Alhamdulillah juga menarik banyak minat orang untuk belajar bersama. Mungkin mereka mencari hal yang dulu hilang seperti saya yaitu langkah politik cerdas, bersih dan santun.

Mungkin mereka dulu sama-sama muaknya seperti saya. Mungkin saja. Dan sampai sekarang itu bukan hal yang mungkin lagi ternyata, karena teman di akun ini total sudah mencapai 40 ribuan. Saya dulu membahas langkah-langkah pakde yang tidak umum dan dibilang goblok dan gila. Ternyata banyak juga sekarang orang goblok dan gila yang bersama saya.

Jadi kembali lagi ke pertanyaan “saya dapat apa”?

Secara materi jelas saya tidak dapat apa-apa. Tapi poin saya sekarang berubah. Saya sudah lebih mirip Ariel daripada andhika. Sedangkan mereka yang dulu suka mengejek saya, wajahnya ya gitu-gitu aja, saipul jamil.

Negatifnya ya karena keseringan kopi jadi suka kena asam lambung, tapi jantung saya malah sehat. Semoga satu waktu pak Jokowi mengundang saya dalam acara temu kangen para pasien penyakit lambung berjantung sehat.

Masak cuman netizen dan komedian aja pak yang diundang? (ARN)

Sumber: DennySiregar.com

About ArrahmahNews (12490 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: