News Ticker

Menlu Rusia Ingatkan Ancaman Serangan Teroris di Indonesia

20 Desember 2015

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan ancaman teror di Indonesia dan kunjungan warganya ke negara itu.

Kantor berita Sputnik, Rusia (19/12) melaporkan, Kemenlu Rusia, Sabtu (19/12) dalam pernyataannya mengungkap informasi yang berhasil diperoleh terkait kemungkinan terjadinya serangan teror di Indonesia.

Kemenlu Rusia memperingatkan warganya untuk tidak memasuki lokasi-lokasi keramaian di Indonesia. Dalam pernyataannya, Kemenlu Rusia juga meminta warganya untuk mengontak Kedutaan Besar Rusia di Jakarta.

Pemerintah Indonesia, bulan lalu meningkatkan pengawasan keamanan di seluruh wilayah khususnya bandara, istana negara, pusat-pusat perbelanjaan dan sekitar kedutaan besar asing.

Pengawasan keamanan itu dilakukan pasca meningkatnya ancaman-ancaman serangan teror di negara itu.

teror-bom

Sementara itu, Detasemen Khusus 88 Antiteror berhasil menggagalkan plot teror pengeboman dengan menangkap setidaknya delapan orang tersangka di sejumlah tempat sejak Jumat hingga Sabtu (18-19/12).

Operasi penindakan pertama digelar pada Jumat (18/12) dengan TKP di Majenang, Kabupaten Cilacap sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu yang ditangkap ada dua orang, yaitu Ris alias Iw alias Za, yang lahir di Bukit tinggi, 9 November 1975 dan alamat asalnya Sijunjung, Sumbar dan kedua adalah Yud Sya alias Kho. Lahir di Ujung Pandang, 9 November 1986. Alamat asal di Wonorejo, Marpoyan Damai, Pekanbaru.

Dari Majenang, Densus bergerak ke Purbaratu, Tasikmalaya pada Jumat pukul 16.05 WIB dimana kemudian ditangkap Zae dan As Ar.

Lalu apa sasaran pengeboman mereka?

Seperti diberitakan menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti jaringan itu diduga memang hendak melakukan aksi pengeboman di sejumlah tempat di Indonesia.

Mereka merupakan pendukung ISIS dan ada yang simpatisan. Serta ada yang merupakan anggota Jamaah Islamiah.
Menurut Badrodin penangkapan mereka itu berdasarkan warning dari FBI dan Australia Federal Police. Tak ingin kedahuluan mereka beraksi, maka polisi menangkap mereka lebih dulu. [ARN/Sputnik]

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: