News Ticker

Rusia Bombardir ISIS Dengan 1.500 Bom Sejak Pertengahan November

20 Desember 2015

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Pembom jarak jauh Rusia telah menembakkan 1.500 bom terhadap posisi teroris ISIS sejak pertengahan November lalu, kata seorang komandan angkatan udara.

“Total pesawat pembom jarak jauh Rusia telah melakukan 145 sorti misi, sekitar 1.500 bom telah dijatuhkan dan sekitar 20 rudal jelajah telah ditembakkan,” kata wakil komandan Rusia, Anatoly Konovalov dalam wawancara dengan stasiun radio setempat, Sabtu. (Baca juga: Senjata Canggih Rusia Datang Bikin Washington Ketar-Ketir)

Tu-22 (Blinder) dan Tu-160 (Blackjack) pembom strategis berangkat dari lapangan udara Rusia yang memakan waktu 16 jam dalam untuk melaksanakan misi tempur mereka di Suriah, sejak bergabung dengan kampanye anti-teror di negara Arab yang dilanda perang pada 17 November lalu.

Menurut komandan Rusia, Tu-22 melakukan pemboman berjalan, sementara Tu-160 menembakkan rudal jelajah.

“Itu luar biasa, bagaimana Tu-160s melakukan sorti mereka dari lapangan terbang utara “Olenegorsk”, terbang di sekitar Eropa, memasuki Mediterania dan meluncurkan rudal jelajah ke posisi-posisi ISIS di Suriah. Khususnya, target tersebut dipukul dengan presisi tinggi, “tambah Konovalov. (Baca juga: “Dead Hand” Senjata Nuklir Penghancur Musuh Otomatis Terbaru Rusia, AS Ketakutan)

Sebelumnya, serangan udara anti-teror Rusia di Suriah dilakukan secara eksklusif oleh pesawat tempur Sukhoi, termasuk pesawat canggih Su-34 serta Su-25 dan pembom tempur Su-24M.

putin-1

Pernyataan Konovalov bertepatan dengan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang bersikeras bahwa militer Rusia belum menggunakan semua kemampuannya selama kampanye udara anti-teror di Suriah.

“Kami melihat seberapa efektif para pilot dan petugas intelijen Rusia (di Suriah), seberapa efektif mereka dalam mengkoordinasikan upaya mereka satu sama lain baik pada Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara,” kata Putin.

Dia lebih lanjut menekankan bahwa miiternya akan menggunakan “senjata yang paling modern” selama kampanye udara dan menegaskan bahwa Rusia “menggunakan segala sesuatu yang dimilikinya” untuk melawan teroris ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya.

Rusia telah terlibat dalam operasi terhadap sel-sel Takfiri dan teroris di Suriah sejak tanggal 30 September menyusul permintaan resmi dari Presiden Bashar Assad. (ARN)

About ArrahmahNews (12475 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: