News Ticker

ISIS Gunakan Warga Sipil Sebagai Perisai Manusia di Ramadi

22 Desember 2015

BAGHDAD, ARRAHMAHNEWS.COM – Teroris ISIS mencegah warga sipil meninggalkan pusat kota Ramadi menjelang serangan besar militer Irak untuk membebaskan kota strategis dari para teroris Takfiri.

“Informasi intelijen menyebutkan para takfiri mencegah para penduduk meninggalkan Ramadi, mereka juga berencana menggunakannya sebagai perisai manusia,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Irak, Nuri Naseer, pada Senin (21/12). [Baca juga; Jelang Serangan Besar ke Ramadi, Pemerintah Minta Warganya Tinggalkan Kota]

Menurut Nuri, informasi tersebut diperoleh dari beberapa keluarga yang “berhasil lolos dari teroris”.

Sebelumnya, televisi pemerintah Irak mengutip seorang pejabat militer Irak, yang mengatakan bahwa serangan ofensif “pembebasan Ramadi akan dimulai beberapa jam mendatang.”

Berdasarkan perkiraan intelijen Irak, sekitar 250 sampai 300 teroris ISIS sedang bersembunyi di kota tersebut.

Pada hari Minggu, angkatan udara Irak menjatuhkan selebaran di Ramadi meminta warga untuk meninggalkan kota dalam waktu 72 jam karena serangan besar akan dilakukan. [Baca juga; ISIS Sandera Warga Ramadi, Pasukan Gabungan Irak Turun Tangan]

Sementara itu, sedikitnya 12 warga sipil tewas selama dua serangan udara pimpinan AS di daerah perumahan di kota Mosul, Irak utara.

Menurut Reuters, serangan konon menarget seorang komandan lokal ISIS dan anaknya di distrik barat kota, yang jatuh ke tangan Takfiri pada tahun 2014.

AS dan sekutunya telah melakukan serangan udara terhadap apa yang diklaim posisi ISIS di Irak sejak Agustus 2014.

Pada hari Senin, Rusia dan Perancis mencapai kesepakatan yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah intelijen mereka yang mengontrol pergerakkan ISIS di Suriah.

“Kami telah sepakat untuk memperkuat pertukaran informasi militer, baik dalam serangan dan lokasi kelompok yang berbeda (di Suriah),” kata Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian menyusul pembicaraan dengan timpalannya dari Rusia Sergei Shoigu.

Dia mencatat bahwa langkah-langkah bersama akan memperkuat pertukaran informasi intelijen yang sudah ada antara kedua negara.

“Ini tidak sedang bersekutu, ini mengkoordinasikan,” katanya. [ARN]

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: