Tiru Erdogan, PKS Khianati KMP dan Prabowo

22 Desember 2015

JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Backstabbing alias pengkhianatan, disuarakan Putin saat sukhoi-nya ditembak jatuh tentara Turki atas perintah Erdogan. Dalam bahasa Putin, Turki Erdogan digambarkan sebagai simpatisan teroris yang menusuk dari belakang saat Rusia menghajar ISIS dengan dengan serangan udara yang masif. Dalam bahasa Putin inilah, presiden PKS yang baru saja datang ke Istana dapat dikatakan telah menusuk dari belakang, Prabowo dan KMP, rumah koalisi yang tidak lagi kokoh setelah kehilangan madu dan gulanya.

Dalam Pemilu setahun yang lalu, PKS dengan quick-count abal-abalnya berhasil mengelabuhi Prabowo, sekaligus mendapatkan durian runtuh uang kampanya, yang sebagian besar berasal dari Reza Chalid, Raja minyak yang sekarang sedang bersembunyi menutupi belangnya. Menang dalam quick-count abal-abal, akhirnya Prabowo merayakannya dengan doa syukur yang ternyata juga abal-abal karena kemudian terbukti, Jokowi-lah pemenangnya. Prabowo masgul, PKS ngotot meski akhirnya kompromi politik membuat mereka (KMP) menguasai DPR dan MPR. (Baca juga: HMI; Moral Politisi PKS Jorok, Bobrok dan Ngotot Berkuasa Demi Meraup Duit)

Situasi politik berubah. KMP dan Prabowo yang pada masa Pemilu bisa memberikan pemasukan tidak sedikit ke pundi-pundi PKS, sekarang sudah tidak bisa lagi memberikan harapan banyak. Apalagi transparansi anggaran pemerintah didengungkan dan online budgeting juga segera akan dilaksanakan mengikuti pemerintah DKI yang dipimpin Ahok–yang telah membuat PKS DKI Jakarta berdarah-darah kekurangan pemasukan. Selain itu, Golkar yang menjadi tulang punggung KMP juga tidak solid ditambah lagi dedengkot mafia migas yang dulu bisa menggelontor dana sesukanya sekarang terbirit-birit bersembunyi. Genap sudah penderitaan PKS dan mereka mau tak mau harus berkompromi dengan situasi. Bukankah ini yang mereka lakukan pada Demokrat? Ikut dalam gerbong koalisi pemerintah sekaligus mengancam, menggertak, meski akhirnya tunduk malu-malu supaya mendapat jatah? (Baca juga: Analis : Bisnis Sapi PKS Menggurita)

Deja vu! Inilah strategi lama PKS yang sedang dipertontonkan saat presidennya datang ke Istana, tanpa memberitahu teman-teman koalisi mereka di KMP. Tanpa malu-malu mereka punya sejuta alasan untuk pengkhianatan ini. Ini adalah kegiatan partai yang tidak perlu izin dari koalisi. Lha, apa makna koalisi saat partai sendiri-sendiri datang ke pemerintah dengan tawaran dukungan politik? Mungkin KMP sudah bubar atau mungkin PKS sudah tidak melihat urgensi KMP karena nyatanya Golkar sudah pecah, Reza Chalid sudah bersembunyi, dan Prabowo, seperti dulu bertapa entah di mana sambil menunggu waktu Pemilu berikutnya. Dan lagi, PKS perlu dana untuk empat tahun ke depan dan KMP sudah tidak bisa menjanjikan apa-apa. Bukankah ini langkah logis untuk mendukung pemerintah dan siapa tahu Jokowi akan berbaik hati memberikan posisi? (Baca juga: Abu Janda Al-Boliwudi Bongkar Media Teroris Berkedok Islam di Indonesia)

Kalau Anda kader PKS yang sudah dibaiat untuk taat dengan pimpinan partai, tentu posisi Anda sangat sulit saat ini. Bukankah sangat enak menjelek-jelekan pemerintah dan melontarkan “jonru” ke Jokowi dari pada mendukung program-program pemerintah? Sekarang presiden PKS menyerukan kader-kadernya untuk menghentikan “hate-speech” mereka pada pemerintah dan Jokowi. Apakah kader PKS bisa tahan dengan seruan ini? (ARN)

Sumber: Kompasiana

About ArrahmahNews (12465 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Tiru Erdogan, PKS Khianati KMP dan Prabowo

  1. SAYA SIMPATISAN PKS DARI MULAI BERDIRI, TETAPI MELIHAT SEPAK TERJANG PKS SELAMA INI, SAYA SUDAH TERLANJUR KECEWA. SAYA LEBIH SETUJU PKS DI BUBARKAN.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: