News Ticker

Denny Siregar: AHOK, Hulk Si Pemarah dan Balada Metromini

23 Desember 2015,

SUARA RAKYAT, JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Ahok itu sebenarnya orang yang sangat penyayang kepada sesama.

Kasus Kampung Pulo dan Metro mini adalah gambaran siapa Ahok sesungguhnya. Dibalik kerasnya dan kasarnya ia berbicara, hatinya sebenarnya trenyuh. Ia gabungan antara Hulk si pemarah dan Sinterklas pemberi hadiah.

Ia trenyuh melihat betapa bertahun-tahun warga Jakarta ketakutan dengan sikap ugal-ugalan supir metromini. Tetapi ia tahu, bahwa supir metromini begitu karena mereka mengejar setoran untuk makan. Disamping itu ia ingin menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta, dan yang pasti ia ingin Jakarta ini seperti kota di negara maju dimana semua tertata dengan rapih dan modern. (Baca juga: Dua Pemimpin Fenomenal Anak Negri ‘JOKOWI-AHOK’ Beda Karakter)

Bagaimana menyatukan itu semua?

Masalahnya ada di sistem transportasi. Ia lalu menawarkan konsep integrasi dalam sistem transportasi. Transportasi Jakarta harus nyaman, aman, murah dan tepat waktu. Dengan kenyamanan yang ada, maka warga Jakarta akan lebih memilih transportasi umum daripada naik kendaraan pribadi.

Balada Metro MiniMaka ia menawarkan kepada kopaja dan metromini untuk bergabung dengan transJakarta, dengan syarat perbarui armadamu. Sudah lama ia menawarkan konsep itu, tetapi selalu ditolak karena pengusaha angkutan umum sudah terlalu nyaman dengan sistem yang ada.

Dengan bergabungnya angkutan umum dalam satu moda yang terintergrasi, ia juga sekalian ingin mengangkat harkat para supir yang selalu “kejar setoran”. Ia menawarkan sistem gaji berdasarkan kilometer berjalan, bukan berdasarkan jumlah penumpang. Dengan begitu, supir tidak lagi ugal-ugalan dan berlomba dengan sesamanya utk rebutan penumpang. Supir bisa mendapat sampai 7 juta per bulan, tanpa harus mempertaruhkan nyawanya dan nyawa penumpangnya hanya karena “kejar setoran”.

Saya pernah lama tinggal di Jakarta, memang sangat berbahaya sebagai penumpang. Baru kaki naik sebelah, kernet sudah teriak kenceng, “Tarikkkkk…” Bus pun sudah lari kayak setan dikejar naga, apalagi kalau dibelakang sudah terlihat moncong rekannya.. Belum lagi di dalam bus desak-desakan campur keringat, parfum murahan dan ketek yang jarang disiram. Dimana konsep manusiawinya? (Baca juga: UNTUKMU Jonru dari seorang NASRANI

)

Selain itu kekumuhan di moda transportasi selama ini mengundang pengamen, pengemis, pemeras dan pencopet. Memberantas itu harus mulai dari akarnya, maka perbaharui sistemnya.

Nah, ketika ia sudah menawarkan sistem yang menguntungkan semua dan ditolak bahkan pake acara ngancam-ancam, ia pun marah besar. Tidak ada yang bisa mengancam Ahok, bahkan dewa Zeus sekalipun. Ia balik mengancam, kalau mau bertarung mereka akan habis. Preman lawan dengan gaya preman. Kalau preman dilawan dengan gaya ratu kecantikan, ya bisa diperkosa sekelurahan.

Itulah Ahok dan dia tidak habis pikir kenapa orang yang mau diangkat harkat hidupnya malah melawan dirinya. Ahok bukan sekedar menghancurkan sistem lama, ia juga sudah menyiapkan solusinya sehingga tidak ada yang dirugikan. Apa kurangnya dia?

Jadi kalau ada orang-orang yang sok santun mengatakan Ahok itu sebagai pejabat tidak boleh kasar, dia tidak paham bagaimana susahnya melawan mental preman. Preman itu harus digertak bukan dihadapi dengan tangan melambai. Yang penting, lihat konsep besarnya maka akan mengerti arahnya.

Buat saya, Ahok adalah Gubernur terbaik se-Indonesia. Belum tentu Gubernur dari daerah lain ditempatkan di Jakarta bisa berlaku seperti dia. Mungkin sudah melambaikan tangan ke kamera tanda menyerah. Bu Risma masih didukung warga Surabaya, lha Ahok bahkan sebagian warganya ikut melawan dia. (Baca juga: Izin Tak Sesuai Peruntukan AHOK Semprot Pengusaha Hotel :Video)

Saya tidak bisa bayangkan, bagaimana rumitnya mengurai benang kusut di Jakarta yang terpelihara sekian lama. Mungkin secangkir kopi setiap pagi sudah tidak terasa lagi manisnya.

5-10 tahun lagi, ketika Jakarta sudah tertata dengan rapih, modern dan nyaman untuk ditinggali, kita akan berdecak kagum mengingat perjuangannya. Si Cina yang sering dimaki kafir itu benar-benar malaikat yang diturunkan untuk warga Jakarta. Ahok, may Allah bless you. Semoga natal ini, Tuhan memberkatimu. Tertanda, FBA – Fans Berat Ahok. (ARN)

Sumber: DennySiregar.com

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Denny Siregar: AHOK, Hulk Si Pemarah dan Balada Metromini

  1. Dualisme Kepemimpinan ( Sebagai Kepala pemerintah Pusat /Daerah dan Kepala Preman )

    Bisa dibayang berpuluh – puluh tahun Bangsa Indonesia ini mempunyai Pemimpin malah menjadi Kepala Preman yg sudah dibuat sistem baik malah mengikuti sistem yang siinginkan preman, wajar saja Pemimpin Negara mau mengikuti keinginan Preman tersebut, dikarenakan sebagai bagian dari Preman tersebut.

    Bagi Pemimpin pemerintah Pusat/Daerah ingin menata ulang agar menuju yang lebih baik dan bersih sudah dipastikan akan menemui kendala yang tidak ringan, karena sudah terbiasa menerima dana – dana yang bukan wajar, tiba – tiba hilang begitu saja.

    Rakyat Indonesia ini masih banyak yang memiliki kesadaran rendah karena mereka sudah dimanipulasi berdasarkan kebiasaan untuk berprasangka buruk pada siapapun sambil MENGANGGAP DIRINYA YANG PALING BENAR DAN PALING TAHU KEBENARAN.

    Nah orang orang yang mempunyai kesadaran rendah inilah yang dipergunakan untuk mealawan agar bisa melanggengkan kembali sistem Kepremananya yang semalama ini dijalannkan untuk mengeruk uang rakyat.

  2. Saya suka tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: