News Ticker

Sindiran Pedas Denny Siregar, PKS Menelan Ludah Sendiri

23 Desember 2015,

SUARA RAKYAT, JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Jokowi ini memang menarik. Apa yang dilakukannya ini mau tidak mau menjadikan lawan politiknya berfikir ulang untuk bertarung dengannya. Musuh politiknya harus mulai me-rekalkulasi strategi-straegi politiknya.

Apa yang dilakukan PKS dengan berkunjung ke Jokowi adalah sebuah langkah maju dalam dunia perpolitikan. Jika biasanya sebuah partai politik hanya mau loyal kepada penguasa yang menawari mereka jabatan, maka dalam periode ini bahkan yang oposisi pun menyatakan bahwa mereka loyal kepada pemerintahan.

TempoBaru kali ini PKS ragu dalam mengambil sikap menentukan angin mana yang harus mereka ikuti. Satu kaki mereka masih di KMP, karena memang termpatnya mereka disana dan tidak mungkin mereka mendapat tempat di pemerintahan Jokowi. Tetapi mereka juga tidak ingin kehilangan angin, sehingga mau tidak mau mereka harus merapat meski bahasanya disamarkan, sebagai “oposisi loyal”. (Baca juga: Jonru Kader PKS Ancaman Kedaulatan NKRI Sebarkan Fitnah SARA

)

Dan seperti biasanya oportunis, mereka-pun langsung mencari simpati masyarakat dengan melarang kadernya melakukan hate speech kepada Jokowi. Mereka ingin di mata pendukung Jokowi, nilai mereka naik. Dan salah satu kadernya yang terbalik – bukan terbaik – yaitu Fahri Hamzah kemungkinan besar akan ditarik untuk menunjukkan itikad mereka. (Baca juga: Jangan Suntikkan Racun “JONRU” Wahabi Ke Islam Nusantaraku)

Disinilah nampak kemenangan Jokowi dalam memainkan caturnya. Ia tidak perlu berhadap2an langsung dengan musuh politiknya. Ia cukup melakukan sesuatu untuk menarik simpat rakyat, dan mau tidak mau musuh politiknya berpikir ulang untuk langsung berhadapan dengan Jokowi. Bisa bahaya, bisa hancur suara mereka nanti.

Jadi “sekelas” PKS pun mau tidak mau harus kompromi. Biasanya mereka kompromi kepada siapa yang bayar, sekarang harus juga kompromi kepada pihak lawan. Lepas dari strategi PKS yg ingin mencari keuntungan dari naiknya nama Jokowi, minimal mereka sekarang tidak lagi menjadi batu sandungan yang berarti dalam kebijakan pembangunan yang diprogramkan pemerintah selama 5 tahun ini.

Tinggal Jonru yang sakitnya tuh disini. Ia kadung sudah memposisikan diri sebagai “lawan abadi” karena mendapat banyak keuntungan dari penjualan sprei disana, sekarang harus menelan sprei-nya sendiri. Bayangkan, bagaimana dia harus bersikap? Satu sisi dia butuh kader PKS sebagai follower-nya, satu sisi lagi ia harus kehilangan bahan untuk menaikkan namanya. (Baca juga: Gara-Gara Jonru SE “Hate Speech” Dikeluarkan)

Mirip Smeagol dalam film Lord of the Rings, jika dia ingin tetap eksis mau tidak mau ketika berhadapan dengan Jokowi dia harus nyengir-nyengir kuda sambil meremas-remas tangannya dan berkata geram, “My Precious….”. Habis itu dia permisi ke toilet dan muntah-muntah sampai menggigil.. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: