News Ticker

Denny Siregar dan ‘Tamparan’ Ustad AHOK

27 Desember 2015,

SUARA RAKYAT, JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Saya ketawa sendiri membaca komentar-komentar di status “Agama Iwak Peyek”.

Pembukaan kata di alinea pertama, “Kristen ajaran konyol..” cukup membuat banyak orang meledak otaknya.

Karena sudah meledak, maka alinea-alinea selanjutnya sudah tidak sanggup lagi mereka baca dengan jernih. Matanya buram karena amarah, egonya seperti dicakar-cakar oleh srigala, jarinya gemetar mengetik mengeluarkan isi hatinya yang terbakar, giginya gemeletuk dan gerahamnya krenyot-krenyot. (Baca juga: Denny Siregar: AHOK, Hulk Si Pemarah dan Balada Metromini)

“Bajingan ! Ini namanya menghina agama gua!” Mereka lalu membaca paragraf berikutnya dan ternyata itu pernyataan dari seorang Ahok, seorang Kristen pulak. “Wah, yang ngomong bukan Islam ternyata. Tapi kenapa kok Ahok ngomong Kristen ajaran konyol? Apa maksudnya?”

Sudah gak jelas bagi mereka isi statusnya, karena otak mereka fokus pada kata “Kristen ajaran konyol..” Akhirnya karena lapar dan lelah, mereka mengambil kesimpulan bahwa Ahok sedang mengambil simpati umat Islam.

Dan yang menarik ada yang mengambil kesimpulan bahwa pengetahuan agama Ahok dangkal, seolah-olah dia pengetahuan agamanya dalam. (Baca juga: Yusuf Muhammad: Jokowi-Ahok Lambang ‘Keemasan’ Bangsa Indonesia)

Ahok itu bagi sebagian kecil muslim yang sadar dan haus akan mutiara, seperti saya, adalah seorang guru mengaji.

Mengaji dari kata dasar kaji. Meng-kaji. Di Islam sendiri, membaca al-Qur’an lebih dikenal dengan mengaji, karena isinya betul-betul harus dikaji, bukan hanya dibaca, supaya tidak gagal paham.

Kajian yang dahsyat dari Ahok adalah perbuatannya yang sangat Islam. Ia membongkar belantara kemunafikan yang diusung oleh para anggota DPRD DKI dan jajaran-jajaran pemda yang seperti serigala lapar tapi berjubah merak. Ia bukan saja garang membantai sarang kucing garong yang bersekutu dengan tikus got, ia juga menghancurkan sistem yang sudah mereka bangun sejak lama dan berpesta-pora dengannya. (Baca juga: Pandailah dalam Menyikapi Penggusuran Kampung Pulo)

Bukan itu saja. Ia juga menampilkan wajah yang lembut dengan memanusiakan warga kampung pulo, menempatkan mereka dihunian yang layak. Ia membangun mesjid megah. Ia memberangkatkan haji dan umrah puluhan penjaga masjid. Ia adalah seorang Kristen.

Kajian Ahok sungguh menampar muka-muka kami yang muslim yang hanya bisa membaca al-Qur’an dengan nada yang indah, sibuk ritual ke masjid dan tempat ziarah, tapi sangat sulit berfungsi kepada sesama manusia. Kajian Ahok sungguh membuat pipi kami panas merona karena malu yang sangat, karena kami meng-klaim bahwa kami muslim tapi kami tidak paham apa itu arti Islam.

Ahok mengajari kami meng-kaji kembali sunnah-sunnah Nabi dan firman-firman Tuhan, yang selama ini hanya sebatas klaim “kembali kepada al-Qur’an dan sunnah”. Ahok memerintahkan kami meng-kaji kembali kitab suci kami yang berisi banyak kebaikan kepada semua umat manusia tanpa memandang siapa dan apa agamanya dia. Ahok menceramahi kami bahwa konsep “rahmat bagi semesta alam” jangan hanya menjadi slogan mimpi yang diusung, tapi menjadi pondasi dalam hubungan sosial kepada sesama manusia.

Setiap kami merasa bahwa kami khatam dan paham, Ahok menampar kami kembali sehingga kami tertunduk lagi dan membuka kembali halaman demi halaman al-Qur’an.

Sesudah semua pelajaran yang membuat kami malu semalu-malunya, Ahok berkata dengan lantang, “Kristen itu ajaran konyol…”

Kenapa Ahok berkata seperti itu? Bukankah itu sama saja menghina agamanya? Kenapa ia tidak bilang, “Islam itu ajaran konyol.. ” Kenapa ia membuka diri untuk diserang orang seagamanya yang pendek sumbunya dan para pendeta yang buncit perutnya? Kenapa?

Kembali lagi kami membuka Al-Qur’an dari halaman pertama dengan rasa malu yang tidak ada habis-habisnya.

Ahok melakukan otokritik kepada agamanya, hal yang dia pahami, bahwa pemahaman agama yang salah adalah racun, narkoba, pembunuh hati yang massif dan kejam. Kami yang muslim dan merasa “sudah pasti masuk surga”, mulai menggosok-gosokkan kaki dan hidung yang sebenarnya tidak gatal. Malu dan merasa ditelanjangi sampai tidak berpakaian.

Ahok itu seorang ulama, seorang sufi, seorang ustad, juga Kyai. Pemahaman agamanya dalam dan universal. Seharusnya mereka yang gelarnya selangit dan umatnya seabrek itu juga penganut konsep “Agama adalah sumber kapital”, mulai membuka kembali al-Qur’annya dari halaman pertama ketika Ahok berkata, “Mati adalah keuntungan..”

Ah, siapa yang bilang Ahok pengetahuan agamanya dangkal? Sungguh orang itu dangkal, karena sesuatu yang dangkal tidak pernah tahu kedalaman.

Sambil minum kopi malam ini, boleh aku sedikit protes kepada-Mu, Tuhan?

Kenapa bukan Ahok yang Kau kirim kepada kami yang fakir ilmu dan mayoritas di negara ini? Kenapa mesti Felix Siauw? Kenapa Tuhan? Kenapaaaaaa? *menggelepar*. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

10 Comments on Denny Siregar dan ‘Tamparan’ Ustad AHOK

  1. hahaaaa.. ngaco nih

  2. ha ha ha……..maknyus, mas Deny. terutama punch line-nya: “kenapa mesti Felix Siauw?”
    wakakakk…….(sampe guling2 di lantai)

  3. Sukaaaaak .. 😂😂

  4. riff salmin // Apr 4, 2016 at 10:38 pm // Balas

    sungguh tulisan yang indah..

  5. Edi Purba // Apr 16, 2016 at 7:58 pm // Balas

    Senang sekali mebaxa tulisan-tulisan Deny Siregar, cukup bernas dan tidak provokatif

  6. philip santoso // Mei 18, 2016 at 2:05 pm // Balas

    Hahahahaha…memang Kristen ajaran konyol….ditampar pipi kiri berilah pipi kananmu, ampunilah dan doakan musuh-musuhmu, berbuat baiklah sekalipun pada orang yang jahat padamu supaya kamu disebut anak-anak Allah dan Ahok sedang berusaha melakukan Firman itu sambil menghibur…kalaupun mati itu adalah keuntungan…. karena masuk Surga…hehehehe.

  7. Maanntaapp…ulasannya bukan utk menjatuhkan ato memojokkan salah 1 pihak..tp utk instropeksi diri.Thx Bro Denny.Maju teruss.

  8. #BTW.- Yup! Kita butuh PEMIMPIN yang bisa berbuat untuk PERADABAN, bukan Pemimpin yang hanya sanggup buat INFRASTRUKTUR, maka coba dengarkan & nyanyikan lirik lagu Indonesia Raya….”Bangunlah JIWAKU, Bangunlah Badanku untuk Indonesia Raya”….Maka, kalau hanya sanggup membangun Raga tapi tidak sanggup membangun #JIWA, termasuk berkata-kata KOTOR dan tidak menghargai AGAMA Apapun juga, ini Jelas tidak layak dijadikan sosok #PEMIMPIN termasuk koh #AHOK sebagai DKI-1 (hibahan dari pak #JOKOWI) belaka?.- “What’s wrong guy’s?”. <3 have fun go mad <3

    Pada #LINK_NEWS: sosok Denny Siregar mencoba mencari pembenaran pada kalimat koh AHOK, tentang: "KRISTEN AJARAN KONYOL", namun begitu kalimat per kalimat kalau dibaca terlalu bertele-tele, sehingga justru mengaburkan #statement koh AHOK, alih-alih ingin membuat suasana menjadi #fresh (beranggapan: #positive_thinking?) dengan mencoba mengajak untuk instrospeksi pada agama & kepercayaan masing-masing?. Saya tidak sangka dan tidak habis pikir, kalau sosok #Denny_Siregar justru membuat tulisan yang #KONYOL saja?.- "What about YOU?". <3 cheers <3

    LINK NEWS (Denny Siregar): https://arrahmahnews.com/2015/12/27/denny-siregar-dan-tamparan-ustad-ahok/

    #LINK_YOUTUBE: https://www.youtube.com/watch?v=oF6gx4P_2WY

  9. Herman Husein // Apr 5, 2017 at 7:17 pm // Balas

    Deny Siregar itu hanya ingin memuji2 Ahok setinggi langit, mencari pembenaran dalam setiap sumpah serapah Ahok. Apakah karena dia mengharapkan sebuah jabatan dari Ahok, atau karena bualnya saja yang besar padahal isi kepalanya kosong??

  10. HERMAN PRAKASH // Apr 20, 2017 at 3:42 pm // Balas

    KALAU UMAT MUSLIM HARUS MEMILIH PEMIMPIN MUSLIM, MAKA UMAT KRISTEN MEMILIH PEMIMPIN KRISTEN, UMAT BUDHA MEMILIH PEMIMPIN BUDHA DAN UMAT HINDU MEMILIH PEMIMPIN HINDU, MAKA DI INDONESIA HARUS ADA 4 PRESIDEN.

    PENGUNGSI MUSLIM TIDAK BOLEH MENCARI PERLINDUNGAN KE EROPA, KARENA MEREKA KRISTEN. SEHARUSNYA KE ARAB SAUDI, TETAPI ARAB MENOLAKNYA, KARENA TIDAK MAU MENOLONG SESAMA MANUSIA MESKIPUN AGAMANYA SAMA. TERIMA HAJI UNTUNG BESAR, TAPI TERIMA PENGUNGSI RUGI.
    ARAB MEMANG PINTER.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: