News Ticker

ISIS Asal Saudi Paling Doyan Beli Tawanan Wanita Untuk Pemuas Seksnya

27 Desember 2015,

ARAB SAUDI, ARRAHMAHNEWS.COM – ISIS coba menggoda para pembesar dunia untuk mau datang kepadanya, melalui pemajangan para tawanan gadis Irak yang dijual di pasar budak.

Wanita Yazidi Tawanan Teroris ISISKantor berita “Sputnik” membongkar dan menunjukkan siapa dari para pembesar yang paling doyan untuk datang ke pasar perbudakan sebagaimana yang terjadi dalam sejarah di zaman jahiliah, mereka datang untuk membeli para tawanan gadis Irak yang mayoritas adalah penganut Yazidi, ISIS menjadikan mereka sebagai selir dan dianggap sebagai barang rampasan perang, setelah sebelumnya orang tua mereka dibantai di depan mata mereka. (Baca juga: Kejahatan ISIS Terhadap Gadis-Gadis Yazidi

)

Salah satu figur paling menonjol yang berhasil membebaskan para tawanan gadis Yazidi dari cengkraman ISIS, Abu Sujak Danabi mengungkapkan kepada “Sputnik”, Sabtu (26/12), bahwa para anggota ISIS dari negara Teluk memiliki kecendrungan lebih untuk membeli para tawanan gadis Irak dan  mereka saling bertukar perempuan saat mengalami kebosanan.

Dia menjelaskan, “Anggota ISIS berasal dari Saudi menduduki peringkat pertama dalam daftar  pembelian terbanyak para tawanan gadis Yazidi Irak, oleh karena itu kenapa warga Saudi sangat banyak yang bergabung dengan ISIS hanya karena ingin bisa melampiaskan nafsu bejatnya untuk mendapatkan para tawanan wanita itu.” (Baca juga: Di Puncak Gunung Sinjar, Wajah-Wajah Terlupakan dari Kampanye Genosida ISIS)

Abu Sujak menjelaskan bahwa orang-orang Saudi paling banyak bergabung dengan elemen ISIS dan paling doyan lakukan hubungan seks dengan gadis tawanan Yazidi, karena mereka adalah orang-orang kaya dan memiliki sumber keuangan yang cukup untuk bisa membeli dan mendapatkan satu hingga dua tawanan gadis atau bahkan lebih.

Ia juga mengatakan bahwa begitu besarnya kekayaan para anggota ISIS yang berasal dari Saudi membuat mereka mampu melakukan pertukaran tawanan gadis Yazidi, dan itu dilakukan setiap kali mereka merasa bosan, atau mereka pergi lagi untuk mencari dan membeli tawanan gadis yang baru dari rekan mereka yang berada dalam organisasi teroris tersebut. (Baca juga: Fatwa Gila ISIS, Halal Perkosa Wanita)

Sementara itu para anggota ISIS yang berasal dari Tunisia menduduki peringkat kedua setelah Saudi dalam daftar pembelian terbanyak para tawanan gadis Yazidi Irak untuk dijadikan budak atau wanita simpanan.

Abu Sujak juga mencatat bahwa anggota ISIS yang berasal dari Libya menduduki peringkat yang sama dengan para anggota yang berasal dari Tunisia, dan peringkat berikutnya diduduki oleh Mesir dan negara lainnya yang datang dari beberapa negara Islam dan Eropa serta Amerika.

Organisasi teroris ISIS seringkali melakukan pelecehan seksual dan fisik terhadap para tawanan gadis Yazidi Irak di setiap harinya, hal ini bertujuan agar para lelaki dari keluarga para tawanan itu mau untuk bergabung dan bertempur di wilayah Irak dan Suriah. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Trackback / Pingback

  1. Pemimpin Khilafah ISIS Asal Saudi “Jazrawi” Seorang Gay dan Suka Sodomi Anak di Bawah Umur | SALAFY NEWS

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: