News Ticker

Pejabat Ansharullah: Kekuatan Pasukan Yaman Kini Diatas Kekuatan Saudi

27 Desember 2015

SANA’A, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang anggota senior gerakan Ansharullah Yaman mengatakan bahwa keseimbangan kekuatan yang semula terjadi antara Pasukan Yaman dan Saudi setelah 10 bulan kampanye serangan udara kerajaan, telah bergeser. Kini kekuatan lebih besar serta menguntungkan ada di posisi pasukan Yaman.

“Musuh Saudi mengira bahwa tidak ada yang bisa bertahan terhadap serangan yang mereka lakukan di Yaman, dan bahwa pihak mereka aman dari pembalasan apapun. Namun serangan-serangan kami kini meneror pasukan Saudi. Keseimbangan kekuatan kini berubah bergeser kepada pasukan Yaman dan komite rakyat,” ungkap Mohammad al-Bukhaiti, seorang anggota Dewan Politik Ansharullah dalam sebuah konferensi press pada hari Sabtu (26/12) kemarin. (Baca juga: Ansarullah; Agresi Mematikan Saudi Terhadap Yaman Atas Nama AS dan Israel)

“Sebelumnya, pasukan Saudi hanya dihadapi dalam negara Yaman, namun berkat perkembangan terakhir dan penggunaan rudal balistik jarak pendek untuk melawan Arab Saudi, konfrontasi kini menyebar ke seluruh Jazirah Arab. Ini adalah satu-satunya cara untuk menghentikan agresi Saudi dan intervensi mereka di Yaman, “tambah pejabat Houthi tersebut.

Bukhaiti lebih lanjut mengatakan bahwa teroris al-Qaeda yang hampir dikalahkan oleh pasukan Yaman di selatan kini telah kembali melakukan aksi teror karena agresi Saudi terhadap negara itu. (Baca juga: Ratusan Suku Yaman Bergabung Dengan Ansarullah)

Menyalahkan Riyadh atas kegagalan dialog Yaman-Yaman yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik di negara miskin itu, pejabat Houthi tersebut mengecam Resolusi 2216 PBB yang menurutnya adalah dokumen bias yang membenarkan perang Saudi atas Yaman.

Petinggi Ansarullah itu mengatakan bahwa kedua pihak baik Ansharullah maupun bangsa Yaman menentang resolusi tersebut karena bertentangan dengan kedaulatan nasional Yaman. (Baca juga: Ansarullah Gagalkan Serangan Darat Saudi dan Koalisi)

Resolusi yang diadopsi pada bulan April tersebut menyeru para pejuang Ansharullah untuk menarik pasukan mereka dari wilayah-wilayah yang mereka kuasai dan memerintahkan pasukan perjuangan itu untuk meletakkan senjata.

Para pejuang Ansarullah menguasai ibukota Yaman, Sana’a, pada bulan September 2014 dan saat ini menguasai sebagian besar negara Arab tersebut. Kaum revolusioner dan rakyat Yaman mengatakan pemerintahan mantan presiden Yaman yang buron, Abd Rabbuh Mansour Hadi, tidak mampu menjalankan urusan negara dan menyebabkan gelombang korupsi dan teror terus tumbuh di negara tersebut.

Arab Saudi memulai kampanyenya menyerang Yaman pada 26 Maret lalu dalam upaya untuk melemahkan gerakan Houthi Ansarullah dan membawa Hadi kembali berkuasa. Serangan militer Arab Saudi terhadap Yaman sejauh ini merenggut nyawa lebih dari 7.500 orang dan melukai lebih dari 14.000 orang lain lainnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: