News Ticker

Politisi Turki: Erdogan Terus Langgar HAM, Uni Eropa Harus Beri Turki Kartu Merah

1 Januari 2016

ANKARA-TURKI, ARRAHMAHNEWS.COM – Negoisasi Aksesi Turki ke Uni Eropa seharusnya tidak usah dipertanyakan lagi, karena Erdogan masih saja melakukan pemberantasan terhadap warga Kurdi dan tidak menunjukkan kesiapan untuk melakukan negoisasi. Hal ini dikatakan anggota parlemen Turki kepada surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung.

Politisi tersebut menyarankan Uni Eropa untuk datang sendiri ke daerah-daerah di mana otoritas Turki melakukan operasi militer terhadap penduduk sipil guna melihat bagaimana politik teror yang terus dilakukan Erdogan. (Baca juga: GUYONAN AKHIR TAHUN… “Erdogan Sang Pahlawan”)

Anggota Parlemen Turki, bernama Feleknas Uca tersebut juga menyatakan kemarahannya mengenai tindakan pasukan keamanan Turki, yang melakukan apa yang disebutnya kampanye anti-teroris di tenggara Turki, dengan membubarkan demonstrasi damai dan menangkap orang yang tidak bersalah.

Menurut deputi tersebut, pemerintah Ankara telah menangkap ribuan orang, termasuk para wartawan dan aktivis perdamaian.(Baca juga: Raja Salman Undang Presiden Turki ‘Erdogan’ Pasca Kematian Pembesar ISIS di Suriah)

“Di sini, hak asasi manusia dilanggar, warga sipil dibunuh dan ada tank-tank di berbagai kota. Eropa harus memberi Turki kartu merah,” ungkap Uca sebagaimana dikutip surat kabar tersebut.

Anggota Parlemen Turki itu menyeru Eropa untuk menekan Ankara agar segera menghentikan pemusnahan orang yang tidak bersalah dan menyelesaikan konflik secara damai.(Baca juga: Partai Tanah Air Turki: Kebijakan Erdogan Untuk Selamatkan Entitas Israel)

“Pemerintah Turki harus menarik militernya dan tidak lagi memberlakukan jam malam,” katanya.

Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam di sejumlah daerah Kurdi di tenggara negara itu, di mana bentrokan jalanan antara pasukan keamanan dan militan Kurdi telah berlangsung selama hampir dua minggu. (Baca juga: Kemenangan Erdogan dan Keresahan Politik Turki)

Sebagai hasil dari serangan pemerintah, lebih dari 200 gerilyawan Kurdi tewas, sementara lebih dari 200.000 orang Kurdi melarikan diri dari Turki akibat kekerasan yang terus meningkat. (ARN)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: