News Ticker

Para Politisi Inggris Kecam Arab Saudi Atas Eksekusi Sheikh Nimr

4 Januari 2016

LONDON, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi banjir hujatan termasuk dari para politisi Inggris dan organisasi HAM Internasional, setelah eksekusi yang dilakukan kerajaan itu kepada seorang ulama, Sheikh Nimr al-Nimr pada Sabtu (2/1) kemarin.

Politisi partai Buruh Inggris, Hillary Benn mengatakan bahwa “adalah kesalahan besar” bagi Saudi karena melaksanakan hukuman mati terhadap ulama Muslim Syiah Sheikh Nimr al-Nimr, di antara 47 orang yang dieksekusi dalam satu hari tersebut. (Baca juga: Demonstran Bakar Konsulat Saudi di Masyhad, Iran Pasca Eksekusi Sheikh Nimr :Video)

Kelompok HAM Internasional, Reprieve, mengatakan bahwa tiga orang lain yang terlibat dalam protes anti-pemerintah termasuk di antara yang tewas, termasuk juga dua orang yang masih remaja ketika ditangkap. Kelompok HAM ini mengatakan bahwa David Cameron tidak boleh pura-pura buta atas tindakan kejam Saudi terhadap eksekusi ini.

Kelompok HAM Reprieve, mengatakan bahwa sheikh Nimr, Ali al-Ribh, Mohammad Shioukh dan Mohammad Suweimal, ke-4 orang ini semua ditangkap pada 2012 menyusul keterlibatan mereka dalam protes anti-pemerintah. Al-Ribh masih berusia 18 th ketika ia ditahan, sementara Shioukh setahun lebih tua. (Baca juga: BREAKING NEWS! Saudi Kerahkan Militer ke Qatif Menyusul Eksekusi Sheikh Nimr)

Pemimpin Partai Demokrat Liberal, Tim Farron, menanggapi berita tentang eksekusi terhadap Sheikh Nimr tersebut, dengan menggambarkan hukuman mati sebagai sesuatu yang “menjijikkan” serta menyerukan Perdana Menteri Inggris untuk berbuat lebih dalam menekan pemerintah asing menghapuskan hukuman mati.

“Saya benar-benar mengutuk Arab Saudi atas eksekusi terhadap 47 orang, termasuk ulama Syiah terkemuka Sheikh Nimr al-Nimr. Hukuman mati adalah benar-benar menjijikkan dan Perdana Menteri perlu menghadapi ‘sekutu’ kami itu dan memberitahu mereka bahwa hukuman mati itu salah. (Baca juga: KEJAM! Tak Hiraukan Seruan Internasional, Saudi Eksekusi Sheikh Nimr dan 46 Tahanan Politik)

Maya Foa, direktur tim hukuman mati di Reprieve, mengatakan bahwa Arab Saudi telah mengeksekusi lebih dari 150 orang selama 2015, banyak diantara mereka dihukum mati hanay karena pelanggaran non-kekerasan. Dan di tahun baru 2016 ini, Saudi sudah melakukan sesuatu yang mengerikan dengan mengeksekusi hampir 50 orang di dua hari pertama tahun 2016.

“Hari ini berita mengerikan, dengan hampir 50 dieksekusi dalam satu hari, menunjukkan 2016 bisa lebih buruk,” ungkap Foa sebagaimana dikutip Press Association pada hari Minggu (3/1) kemarin.

Eksekusi terhadap sang syekh telah menimbulkan kekhawatiran bahwa keponakannya Ali al-Nimr, yang masih berusia 17 tahun ketika ia ditangkap, juga akan segera mengalami eksekusi hukuman mati. (ARN)

About ArrahmahNews (12484 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: