News Ticker

Perancis: Eksekusi Sheikh Nimr Picu Ketegangan Sektarian di Timur Tengah

4 Januari 2016

PARIS, ARRAHMAHNEWS.COM – Perancis mengecam Arab Saudi atas tindakan eksekusi dari 47 orang yang dilakukan di awal tahun baru serta mengatakan bahwa langkah itu bisa memicu ketegangan sektarian di Timur Tengah.

Press TV mencatat bahwa Kementerian luar negeri Prancis mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (3/1), bahwa Paris “sangat menyesalkan eksekusi Arab Saudi terhadap 47 orang, termasuk seorang pemimpin agama (Sheikh Nimr al-Nimr).” (Baca juga: Kashmiri Desak Pembebasan Ulama di Penjara Saudi)

Pernyataan itu menyeru para pemimpin di kawasan untuk “melakukan segala upaya untuk menghindari semakin parahnya ketegangan sektarian dan agama,” setelah diterimanya laporan mengenai meluasnya kemarahan dan protes masyarakat yang turun ke jalan-jalan di berbagai negara setelah eksekusi Sheikh Nimr.

Pernyataan itu muncul meski dalam beberapa tahun terakhir Perancis ditengarai tengah memperdalam kerjasama dengan Riyadh, dengan laporan di Juni 2015 yang menunjukkan bahwa kedua negara telah menandatangani penawaran militer senilai 12 miliar dolar untuk pengiriman persenjataan modern ke kerajaan itu.

Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, juga pernah menandatangani kontrak senilai 10 miliar euro, terutama di bidang transportasi, energi dan ruang angkasa, di pertengahan Oktober 2015 untuk Riyadh.

Dengan pelanggaran HAM besar yang dilakukan Saudi dengan eksekusi terhadap 47 orang di awal tahun baru 2016, para kritikus mengatakan bahwa apa yang dilakukan Perancis, sebagaimana yang dilakukan pemerintahan Jerman dan pemerintahan Eropa lainnya, tidaklah cukup untuk menekan Arab Saudi atas sikap kerajaan itu dalam tindakan keras dan kekejaman mereka kepada para aktivis. (Baca juga: Dukung Kekejaman Saudi, Amerika Jual Triliunan Dolar Senjata Untuk Riyadh)

Sheikh Nimr telah ditangkap pada tahun 2012 di wilayah Qatif di Provinsi Timur Arab Saudi, dalam demonstrasi damai anti-rezim pada saat itu. Ia telah didakwa menghasut kerusuhan dan merusak keamanan kerajaan. Nimr sendiri menolak tuduhan itu sebagai tuduhan tak berdasar. (ARN)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: