News Ticker

Wahabi Mesir Kutuk Eksekusi Sheikh Nimr, Pukulan Telak Buat Wahabi Saudi!

7 Januari 2016

KAIRO, ARRAHMAHNEWS.COM – Bertentangan dengan harapan penguasa Saudi, eksekusi mati Sheikh Nimr justru tidak hanya menimbulkan kebencian dikalangan salafy wahabi di jazirah Arab, khususnya Mesir. Bahkan Eksekusi itu telah menuai kecaman dan kutukan dari para tokoh terkemuka Wahabi Mesir hingga menimbulkan konflik dan ikhtilaf dalam barisan mereka.

Para tokoh terkemuka wahabi di Mesir menyatakan bahwa putusan hukum mati yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi adalah sebuah kejahatan. Pelaksanaan hukuman itu adalah kejahatan terbaru dalam catatan rezim tersebut dalam perang melawan ulama dan Islam.

Salafy Wahabi Mesir juga menegaskan bahwa rezim Saudi sedang menghabiskan petro dolarnya untuk melakukan penindasan, pembunuhan dan perang melawan agama di Mesir dan Yaman. Arab Saudi juga sedang menerapkan kebijakan yang sama di dalam negeri mereka, dengan menumpahkan darah para pengkritik dan penggiat demokrasi.

Mereka juga menambahkan bahwa hukuman eksekusi tersebut adalah murni politik, karena di negara itu tidak ada pengadilan yang sesuai syariat. Kalau pun ada, itu hanya sebuah nama dan gedung saja untuk mengelabui rakyat.

Para tokoh Wahabi Mesir juga mengatakan Arab Saudi mengklaim menjalankan undang-undang dan peradilan sesuai dengan syariat islam. Jika itu benar, kenapa seorang pria berkebangsaan inggris yang terbukti mengkonsumsi minuman beralkohol, yang sebelumnya dijatuhi hukuman cambuk, tiba-tiba dibebaskan karena tekanan dari pemerintah Inggris…ini hanya sebuah contoh kecil dari sekian banyak kasus pelanggaran syariat yang bebas dari hukuman, terlebih lagi kalau pelanggar itu dari keluarga kerajaan sendiri.

“mereka hanya menjadikan agama sebagai alat politik untuk mengamankan kekuasaan”, tambahnya.

Wahabi Mesir Versus Wahabi Saudi

Doktor Khalid Sa’id, juru bicara Salafy Wahabi Mesir mengatakan mereka yang menyandang predikat ulama di Arab Saudi hanya digunakan sebagai alat untuk melakukan pembenaran atas kejahatan yang dilakukan kerajaan. Mereka seharusnya malu karena telah ikut andil dalam kejahatan keluarga kerajaan, dan mereka seharusnya berpikir karena fatwa-fatwa mereka yang mendukung kerajaan hanya akan menghancurkan agama.

Khalid Sa’id juga mengatakan yang lebih mengherankan adalah para ulama bayaran itu menganggap diri mereka sedang membela agama, menganggap peradilan kerajaan Saudi suci dan adil. Sementara penjara-penjara di negara itu penuh dengan para ulama dan mubalig (juru dakwa) yang berdiri menentang rezim dholim Al Saud atau menolak menjadi alat kerajaan.

Dia juga menambahkan di dalam penjara-penjara Saudi, banyak di antara mereka yang telah mendekam puluhan tahun tanpa proses peradilan dan hukuman yang jelas, bahkan tidak jarang mereka mendapatkan perlakuan tidak manusiawi.

Khalid Sa’id juga menegaskan kita harus bangkit melawan rezim ini (Saudi), karena mereka sedang berusaha menghancurkan agama atas nama “agama”. Rezim Saudi mengaku dirinya sebagai Ahlisunnah demi untuk membenturkan sunnah-syiah dan menjadikannya sebagai isu sektarian.

Doktor Kamal Al-Halbawi salah satu dari tokoh Ikhwanul Muslimin menyatakan seluruh manusia baik syiah maupun sunni, bahkan kafir sekalipun menganggap eksekusi Sheikh Nimr telah menyalahi hukum dan melanggar hak asasi manusia.

Al-Halbawi juga menyatakan Arab Saudi akan menanggung akibat terburuk dari eksekusi tersebut. Mereka dibawah kekuasaan Amerika telah terperangkap dalam konflik Suriah, Irak dan Yaman, bahkan mereka berusaha menyeret Mesir dalam perang tersebut.

Dia juga menegaskan siapapun yang menentang rezim Saudi, pasti akan berakhir pada hukum pancung, baik sunni maupun syiah.

Halbawi juga mengkritik keras kelompok-kelompok wahabi yang merapat kepada pemerintah, seperti Hizb Nur dan al-Dakwa al-Salafyah. [ARN/AU/AH]

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: