News Ticker

Menyusul Eksekusi Massal, Flandria Belgia Tolak Jual Senjata ke Saudi

8 Januari 2016

BRUSSEL, ARRAHMAHNEWS.COM – Pemerintah Negara bagian Flandria, Belgia, telah menolak permintaan penjualan senjata ke Arab Saudi mengingat eksekusi massal yang telah dilakukan kerajaan monarki tersebut di awal tahun, pada tanggal 2 Januari lalu.

“Kami telah menolak permintaan (untuk memasok peralatan militer ke Arab Saudi) tersebut,“ ungkap Geert Bourgeois kepada Parlemen Flemish sebagaimana dikutip jaringan penyiaran RBTF. (Baca juga: Iran Kecam Keras Aksi Pemboman Kantor Kedubes Iran di Sana’a Oleh Saudi)

Pada hari Selasa (5/1), Bourgeois telah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan radio RBTF Belgia, bahwa ia tidak akan memberikan izin untuk penjualan senjata ke Arab Saudi mengingat eksekusi massal yang kerajaan itu lakukan, dan perannya dalam agresi mengerikan ke Yaman.

Borgeois mengatakan bahwa ia tidak akan memaksakan embargo pada semua pengiriman peralatan militer atau senjata ke Arab Saudi dan setiap kasus akan dianggap terpisah. (Baca juga: Wahabi Mesir Kutuk Eksekusi Sheikh Nimr, Pukulan Telak Buat Wahabi Saudi!)

Awal Januari, setelah eksekusi massal Saudi, partai Hijau Jerman juga telah menuntut untuk segera menghentikan hubungan dagang dengan Arab Saudi dan memberlakukan larangan penjualan senjata ke negara itu. Wakil Kanselir Jerman, Sigmar Gabriel, mengatakan bahwa Berlin belum menghentikan pengiriman senjata ke Riyadh tetapi berjanji untuk “melihat lebih dekat” permasalahan penjualan senjata ke Arab Saudi di masa depan.

Pada hari Sabtu, Arab Saudi telah mengeksekusi 47 orang yang dihukum karena terorisme dan hasutan untuk melakukan kekerasan, termasuk seorang ulama Nimr al-Nimr, seorang kritikus dari keluarga kerajaan Saudi. Langkah ini memicu protes kekerasan di Iran dan negara-negara yang lainnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: