News Ticker

Surat Terbuka Denny Siregar Kepada Sang Pangeran Demokrat “Ibas Baskoro”

08 Januari 2016,

JAKARTA, SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Nyanian Angie di pengadilan Tipikor ungkapkan partai Demokrat mendapat jatah 5 % sebagai fee dari jatah proyek yang ada, itu atas perintah Pak Nazar tutur si cantik Angie, “Kalau Pak Nazar bilang itu perintah Ketua Umum, Anas (Urbaningrum), dan izin dari pangeran,” kata Angie. Pernyataan Angie sontak menggelitik rasa penasaran jaksa penuntut dari Komisi Pemberantasan Korupsi. Jaksa lantas mempertanyakan kembali siapa sosok ‘pangeran’ yang dimaksud Angie. “kalau pangeran, saya mengetahui dari Pak Nazar. Pangeran itu Ibas,” ujar Angie. Dan tak lupa pula sang Tokoh Dumay Denny Siregar juga ikut lontarkan cuitannya di pagi hari yang cerah ini tentang sang pangeran Demokrat Ibas Baskoro.

Selamat pagi, mas Ibas. Enak kopinya pagi ini?

Ah, tentu sudah tidak enak lagi. Rasanya pahit-pahit asam. Apalagi kalau membaca koran dimana nama mas Ibas disebut-sebut di pengadilan sebagai si Pangeran.

Memang sudah tidak bisa sembunyi lagi dibalik punggung bapak kalau begini. Karena pertanggung-jawaban sudah sendiri sendiri. Mereka yang di penjara seperti Anas dan Nazaruddin juga Angelina tidak mau dipenjara sendirian, mereka ingin ngajak temannya berkumpul lagi bersama-sama seperti dulu. (Baca juga: Denny Siregar: Jokowi Alat Promo Kawan dan Lawan)

Tapi lihatlah dulu sisi baiknya. Seandainya-pun hakim nanti memutuskan mas Ibas ternyata teribat dalam semua kegiatan mereka, dan jika akhirnya mas Ibas di penjara, mungkin ini waktu yang tepat untuk silaturahmi dengan mereka. Silaturahmi itu baik, karena bisa meluruhkan dosa-dosa. Begitu kata hadis yang saya tahu.

Selama inikan hubungan kalian tegang, saling menyalahkan, saling lempar batu sembunyi tangan, saling mencakar dan menampar.. Plak ! Awwww.. Mungkin Tuhan sedang menyiapkan skenario dimana nanti kalian semua bisa berpelukan dan saling bergenggam tangan. Oh so sweet…

Siap-siap dengan dana cadangan, karena pada waktu-waktu seperti sekarang ini akan banyak kumbang di mengitari mawar. Para pengacara, para penegak hukum, para politisi, para hakim dan jaksa, mereka semua ingin kebagian rejeki yang besar. Bagi-bagilah, masa dimakan sendiri semuanya.

Tenang saja, bisa kok nanti pesen seragam lengan panjang disana seperti kesukaan mas. Gaya mas itu akan menjadi trendsetter sendiri dan akan banyak diikuti. Mungkin pas orang-orang berkunjung kesana, mereka kaget kok semua yang di penjara berlengan panjang termasuk sipir dan kepala lapas? “Ini model pangeran..” Begitu mungkin jawab mereka. Coba dikembangkan mas, di ujung lengan kasih renda bunga-bunga, minta saran ke Ivan Gunawan. (Baca juga: Jokowi Pemimpin ‘NDESO’ yang Cerdas, Sederhana dan Merakyat)

Disanapun hobi menanam pohon pasti akan tersalurkan. Setiap ada kejadian di negeri ini, tanam pohon saja. Lama-lama penjara isinya pohon semua. Kan sejuk jadinya. Ohya, jangan lupa. Biru-kan semua penjara mulai seragam sampe segayung-gayungnya. Sekalian kampanye pilpres berikutnya.

Kalaupun akhirnya mas ibas lolos dari semua tuduhan, saya pasti akan angkat jempol saya yang sebelah kanan ( yang kiri buat cebok ). Anda top, benar-benar layak menyandang gelar Pangeran, seorang yang sangat licin..

Mungkin bisalah saya sejajarkan dengan Setya Novanto, yang sulit sekali direngkuh dan bisa memainkan pion-poin untuk melindungi posisi. Kan banyak yang setia kepada anda, semua hanyalah masalah uang, uang lagi-lagi uang.. Lah, kok jadi kayak lagu ya. (Baca juga: Denny Siregar; Cambukan Maut Jokowi)

Tenang saja mas, ini masih era transisi. Masih banyak yang bisa di beli. Penuhi nafsu mereka, maka mereka akan memenuhi apapun nafsu si pemberi. Mudah, kan? Ini dunia mas, duniaaa…

Hati-hati dengan gaya pakde Jokowi ya mas. Ini saya coba ingatkan. Jangan serang pakde dalam situasi begini sebagai pengalih isu. Pakde itu pintar, sekali dia liat ada bola panas ke arahnya, dia bisa kembalikan berlipat-lipat yang membuat mas terguling-guling sehingga sulit membedakan mana tangan dan mana kaki.

Sudah banyak yang mencoba begitu mulai BG sampe Riza Chalid, semua jatuh berurutan. Sssst, dengar-dengar mata pakde itu bisa keluarkan petir lho mas, itu yang dulu buat crane jatuh di Saudi. Ini dengar-dengar lho… Meski belum pasti, tetap hati-hati mas, aku sayang kamu.. ( Lho ? ) (Baca juga: Pawang Kritik Dumay Denny Siregar: Politik Sehat Ala Jokowi dan Ganteng-ganteng Minta Saham)

Yang terakhir mas, sambil nyeruput secangkir kopi, saya ingin berikan sebuah peribahasa, “ada uang pangeran disayang, ga ada uang bokek namanya..”

Tahu kan artinya mas? Gak tahu? Mas ibas gak pernah bokek sihhh, payah… Saya pernah mas, sering malah…

Pagi, mas ibas.. Silahkan seruput kopinya. (ARN)

Sumber: DennySiregar.com

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

2 Comments on Surat Terbuka Denny Siregar Kepada Sang Pangeran Demokrat “Ibas Baskoro”

  1. Bapaknya apa akan diam aja… ?

  2. Demokrat sudah di hukum karena rakusnya para penerusnya.. Para pendirinya flamboyan dan gila akan kehormatan.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: