News Ticker

Eksekusi Mati Sheikh Nimr Atas Sepengetahuan Erdogan Untuk Provokasi Iran

9 Januari 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Media Iran serang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, setelah ia mengatakan bahwa eksekusi mati yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap ulama Syiah Sheikh Baqir al-Nimr, merupakan urusan internal.

Media itu mengangkat isu keterlibatan Erdogan dengan Riyadh terkait eksekusi mati tersebut dan beberapa tuduhan lainnya terhadap Turki. Ternyata Erdogan marah besar sampai-sampai duta besar Iran yang berada Ankara dipanggil dan diberitahu tentang sikap dan protes kerasnya, seperti dilansir kantor berita Addiyar (08/01).

Judul berita “Apakah Erdogan berpartisipasi dalam eksekusi mati Nimr?”, kantor berita “Isna” Iran mengaitkan kunjungan Erdogan ke Riyadh pada 27 Desember tahun lalu (Baca juga: Raja Salman Undang Presiden Turki ‘Erdogan’ Pasca Kematian Pembesar ISIS di Suriah) dengan pengumuman Kerajaan Arab Saudi terkait eksekusi mati Nimr Al-Nimr pada 2 Januari. Pengumuman itu adalah kesepakatan antara Riyadh dan Ankara tentang masalah Nimr guna memprovokasi dan memancing amarah Iran, ditambah lagi pengumuman kesepakatan diantara mereka tentang eskalasi perang di Yaman.

Sementara itu Televisi “Al-Alam” menyampaikan analisa panjang tentang Erdogan, ia digambarkan sebagai politikus menyimpang, munafik dan murahan. Erdogan dianggap telah menyimpang dari sikap beberapa sekutunya di NATO dan rekan-rekannya di Barat, bahkan menyimpang dari pandangan para pemimpin Arab, dikarenakan ia menyebut perihal pelaksanaan eksekusi mati Nimr adalah murni urusan internal Arab Saudi. (Baca juga: Misteri Eksekusi Sheikh Nimr Oleh Rezim Diktator Saudi)

Televisi Al-Alam juga menambahkan bahwa keterangan Erdogan yang mengatakan eksekusi mati terhadap Nimr adalah urusan internal Saudi, sangatlah bertentangan dengan dirinya sendiri. Apa yang ia bisa katakan tentang intervensinya dalam urusan internal Mesir? Apa yang ia bisa katakan tentang pemberian tempat berlindung bagi para pembesar kelompok “Ikhwanul Muslimin” di negaranya? padahal dengan jelas Kairo menyebutnya sebagai kelompok teroris. Apa yang dapat ia katakan tentang peletakkan simbol “empat” (empat jari yang terbuat dari kayu) di kantornya sebagai bentuk sindiran terhadap Kairo? (Baca juga: IN MEMORIAM, Serena Shim, Wartawan Pemberani Yang Ungkap Perang Kotor AS, Turki, ISIS di Suriah)

Apa yang dapat Erdogan jelaskan terkait intervensinya secara terang-terangan dalam urusan internal Suriah dan Irak yang membuka perbatasan negaranya untuk arus masuk para jihadis yang hendak bergabung dengan kelompok teroris? Apa yang bisa ia katakan tentang intervensinya dalam urusan Irak, dan masuknya militer Turki ke wilayah Irak tanpa persetujuan dari pemerintah Irak?

“kejahatan pembunuhan terhadap Sheikh Nimr berlangsung atas sepengetahuan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan”, demikian Surat kabar “Republik Islam” Iran menuduh Ankara secara langsung tentang keterlibatannya bersama Riyadh dalam pelaksanaan eksekusi mati Nimr dan aksi provokasi terhadap Iran. Hal itu ditunjukkan dengan adanya keserasian dalam seluruh kebijakan yang diambil antara Ankara dan Riyadh. (ARN/AS)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: