News Ticker

Bukti Kebohongan Media Barat Terkait Pengepungan Kota Madaya

10 Januari 2016

DAMASKUS, ARRAHMAHNEWS.COM – 1000 terori telah menyandera 20.000 orang dalam tiga kota dan desa di Suriah. Para teroris mencegah penduduk dari menerima bahan makanan, tetapi Saudi, Turki, Amerika Serikat dan Eropa justru menuduh Hizbullah bertanggung jawab atas bencana kelaparan yang melanda penduduk Madaya.

Madaya adalah sebuah kota kecil di bagian selatan dari Zabadani , 45 km timur laut Damaskus. Sekitar 1.000 teroris dari tiga kelompok telah mendirikan basis mereka untuk melindungi diri mereka di kota tersebut. 60 % dari teroris tersebut adalah kelompok Ahrar al-Sham, 30 % lainya adalah kelompok Front al-Nusra dan lainnya adalah anggota FSA . Madaya memiliki 16.700 warga yang bergabung dengan hampir 7.000 pengungsi tahun lalu. (Baca juga: FAKTA MADAYA….Assad Tak Mungkin Biarkan Rakyatnya Kelaparan)

Musim panas lalu, Madaya dibebaskan oleh tentara Suriah dan Hizbullah setelah merebut kembali kota penting Zabadani. Setelah teroris mengeluarkan anggota yang terluka mereka dari Zabadani, sejumlah kecil dari mereka terkepung dan masih dalam situasi yang sama.

Para teroris mencegah pengiriman makanan dan bantuan medis untuk penduduk di Madaya dalam upaya untuk meningkatkan tekanan domestik dan internasional pada tentara Suriah dan Hizbullah, serta menghapus pengepungan dan memberi kesempatan kepada mereka untuk melarikan diri kota tersebut.

Peta-Kota-Madaya

CNN, BBC, al-Arabiya, al-Jazeera, SkyNews, al-Nahar, Turk dan beberapa media Saudi dan Barat telah meluncurkan propaganda melawan Hizbullah bersamaan dengan merilis sejumlah gambar orang kelaparan, sakit, kekurangan gizi, dan kematian untuk mengklaim bahwa orang-orang di Madaya sekarat karena kelaparan dan Hizbullah harus bertanggung jawab. (Baca juga: Ratusan Teroris ISIS Melarikan Diri Akibat Serangan Serempak Suriah, Rusia, dan Hizbullah

)

Tapi outlet berita itu tidak mengatakan apa-apa tentang empat kota lainnya yang terkepung oleh teroris, seperti Foua’a dan Kafria di Idlib serta al-Zahra dan Nubl di Aleppo, di mana ribuan muslim Suriah terkepung oleh Jeish al-Fath. Mengapa orang-orang di Foua’a yang diserang oleh 30 rudal Grad dua hari lalu tidak menerima perhatian media Barat dan Saudi?

Realita

Kenyataannya bahwa pada tanggal 18 Oktober, puluhan truk penuh dengan bahan makanan dan obat-obatan masuk ke kota Madaya, Sarghaya dan Baghin. Makanan dan bantuan medis kargo yang terdiri dari puluhan truk cukup untuk 23.000 warga dari kota-kota kecil untuk bertahan hidup selama beberapa bulan.

Tapi masalahnya adalah kota Madaya terkepung oleh Ahrar al-Sham, Front al-Nusra dan kelompok teroris FSA, yang sebagai besar penduduknya disandera oleh para teroris tersebut.

Orang-orang yang menolak untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok harus tewas dipenggal, sementara mereka tidak memiliki akses ke kargo makanan dan bantuan medis yang telah dikirim.

Banyak penduduk berusaha meninggalkan kota tapi militan mencegah mereka. Bahkan baru-baru ini, dilakukan beberapa negosiasi dan 300 teroris sepakat menyerah kepada tentara Suriah tetapi militan lainnya telah memblokir pelaksanaan kesepakatan itu. (Baca juga: Tentara Suriah dan Hizbullah Menang di Zabadani)

Saluran berita Al-Manar baru-baru ini juga menyiarkan dokumenter yang menunjukkan bahwa banyak dari gambar yang dirilis oleh media Saudi dan Barat yang menunjukkan kelaparan penduduk kota Madaya adalah hoax, dan terbukti bahwa media mereka hanya berusaha untuk menodai wajah Hizbullah dan tentara Suriah untuk mengurangi tekanan pada para teroris.

satu Argumen

Satu pertanyaan, yang harus dijawab oleh para militan bersenjata di kota Madaya dan media-media Saudi dan Barat yang mendukung mereka dan meneteskan air mata buaya; Kenapa militan bersenjata di Madaya berjuang melawan tentara Suriah dan pasukan Hizbullah dengan tubuh yang sehat, lincah dan kuat tidak seperti orang-orang yang kelaparan?. (ARN/AU/FA)

About ArrahmahNews (12476 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: