News Ticker

Ini Alasan, Kenapa Saudi Gunakan Tentara Darat Asing di Yaman?

10 Januari 2016

YAMAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Setelah lebih dari 10 bulan Arab Saudi menggempur Yaman, ketidakmampuan Saudi dalam menghadapi tentara dan pasukan Ansarullah Yaman semakin terlihat jelas.

Situs berita Al-Ahd menulis saat ini, Arab Saudi telah diakui sebagai negara dengan kekuatan militer terkuat di Asia dan ketiga di dunia. Dengan anggaran 81 Milyar USD, Arab Saudi mampu membeli sekitar 500 jet tempur modern, 800 tank Leopard 2, 7000 kendaraan lapis baja dan berbagai persenjataan dan rudal canggih lainnya. Arab Saudi juga memiliki 233.000 tentara, dan 25 ribu tentara cadangan.

Sejak 10 bulan lalu, Arab Saudi mengerahkan seruluh kekayaan dan kekuatan militernya untuk menginvansi Yaman dengan tujuan mengembalikan kekuasaan kepada mantan Presiden buronan Abd Rabouh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh.

Arab Saudi dalam serangan udaranya tidak segan-segan membombardir kawasan penduduk sipil dan infrastruktur negara miskin itu. Bahkan masjid dan tempat-tempat bersejarah yang bernilai ratusan atau ribuan tahun tidak luput dari serangan jet tempur Saudi. Selain itu, mereka juga memberlakukan blokade darat, udara dan laut untuk menekan rakyat Yaman. Menurut data yang dikeluarkan PBB lebih dari 7.411 korban tewas, termasuk 1725 anak-anak kehilangan nyawa akibat keberutalan Saudi.

Namun semua kejahatan ini bukan tanpa balasan. Tentara Yaman yang didukung oleh pasukan populer dan gerakan Ansarullah menjawab serangan-serangan Saudi dengan menarget semua kamp-kamp militer Saudi baik diperbatasan maupun di pedalaman wilayah Saudi. Serangan ini telah memperlihatkan ketidak mampuan militer Saudi dalam menghadapi Yaman.

Dengan demikian Arab Saudi terpaksa mencari bantuan militer dari negara-negara kecil dan miskin Afrika, serta perusahan-perusahan korporasi militer swasta seperti Blackwater. Mereka menyewa tentara bayaran untuk menumpas rakyat tak berdaya dan miskin Yaman.

Situs berita Al-Ahd melaporkan Arab Saudi telah menyewa 2100 penembak jitu asal Senegal, dan lebih dari 250 tentara bersenjata Chad secara rahasia dan atas persetujuan otoritas negara itu bergabung dengan Saudi, dengan imbalan bantuan keuangan terhadap negara miskin tersebut. Selain itu, Arab Saudi juga menyewa ratusan tentara khusus Kolombia.

Tentara Kolombia

Jenderal pensiunan Kolombia, Hayman Roth dalam wawancaranya dengan Radio Kolombia, mengatakan bahwa sebagian penembak jitu dari mantan tentara Kolombia telah dikirim ke Yaman dibawah komando Arab Saudi. Sebagian surat kabar Kolombia melaporkan bahwa lebih dari 800 tentara bayaran Kolombia telah bergabung dengan Arab Saudi.

Penggunaan tentara bayaran dari berbagai negara dan perusahaan korporasi militer swasta menunjukkan ketidakmampuan militer Saudi dan kekalahan yang ditanggungnya dalam perang Yaman. Sumber-sumber media juga telah mengungkap bahwa banyak dari tentara Saudi yang kabur dari medan perang karena takut menghadapi pasukan Yaman yang berbekal senjata usang.

Brigadir Jenderal Hisyam Jabir, Kepala Pusat Studi Timur Tengah mengatakan kepada situs berita Al-Ahd, “Arab Saudi tidak hanya terpaksa menggunakan tentara bayaran untuk menjaga tanah mereka, bahkan mereka juga menyewa pilot-pilot asing untuk melakukan pengeboman di berbagai wilayah Yaman”.

tentara-sudan

Dia juga menambahkan Sudan juga mengerahkan pasukannya untuk membantu Arab Saudi, dengan imbalan bantuan keuangan terhadap negara itu.

Kepala pusat studi Timur Tengah juga mengatakan dengan berlalunya waktu hingga kini para tentara bayaran tidak berhasil membuat kemajuan di Yaman. Dia juga mengatakan kegagalan ini disebabkan karena para tentara bayaran tidak mengenali dengan baik geografi dan medan tempur Yaman. Sementara mengenali kawasan dan medan tempur merupakan hal yang sanagt penting dalam perang.

Dia juga menambahkan bahwa visi dan misi seorang tentara bayaran dengan tentara yang berjuang untuk membela tanah airnya tentu berbeda. Mereka tentara bayaran berperang demi uang dan jika nyawanya dalam bahaya maka mereka akan lari menyelamatkan diri. Tentu ini berbeda dengan pasukan Yaman yang berjuang demi membela negara, dan siap mempersembahkan nyawa demi tanah airnya.

Jenderal Hisyam Jabir juga menegaskan Arab Saudi memiliki banyak senjata dan kekuatan militer, dan mampu membakar seluruh negeri Yaman dengan rudal-rudal mereka. Namun, sayangnya mereka tidak memiliki satu pun tentara yang berpengalaman dalam perang, karena sebelum ini mereka tidak pernah berperang. Oleh karena itu apapun yang mereka lakukan akan lenyap begitu saja tanpa mendapatkan hasil.

Jabir juga mengingatkan, “benar perang membutuhkan senjata, pakaian militer, penggunaan taktik perang dan informasi intelijen, tapi bukan berarti faktor-faktor lain tidak diperlukan, seperti; semangat bela negara dan keyakinan terhadap kemampuan mereka, dan ternyata ini tidak dimiliki Arab Saudi. Oleh karena itu mereka tidak akan pernah menang perang.

Jabir diakhir mengingatkan Arab Saudi telah melakukan perang sia-sia di Yaman, dan mereka tidak akan pernah menang dalam perang itu. Seharusnya Arab Saudi sebelum melakukan perang mempelajari terlebih dahulu letak goegrafi Yaman dengan baik. Karena sejarah membuktikan bahwa Yaman telah melakukan berbagai peperangan untuk membela negara, dan menjajahnya sesuatu yang mustahil. (ARN/AU/AM)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on Ini Alasan, Kenapa Saudi Gunakan Tentara Darat Asing di Yaman?

  1. GrandiosoHameed // Feb 14, 2016 at 1:16 pm // Balas

    seharusnya Saudi tidak memiliki tentara spt halnya negara swiss krn sbg penjaga dua tempat suci/ al haramain, saudi menggunakan kekayaan sumber daya alamnya untuk memakmurkan rakyatnya dan membantu negara- negara muslim yg sedang berbagai kesulitan, spt palestina , yaman dsb tanpa mencampuri politik domestik negara islam lainnya. Sedangkan keamanan Saudi ditanggung bersama oleh negara- negara islam. Tetapi sayang, kaum Yahudi zionis dan amerika tdk akan rela.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: