News Ticker

AS Rencanakan Pembentukan Daerah Otonomi Kurdi di Suriah

11 Januari 2016

DAMASKUS, ARRAHAMAHNEWS.COM -Sebuah situs berita dan analisis Suriah mengungkapkan rencana Washington untuk mendirikan daerah otonomi Kurdistan di Suriah dengan bantuan Kepala Partai Uni Demokrat Kurdi, Salih Muslim, dan orang-orang yang setia kepada Presiden wilayah Kurdistan Irak, Massoud Barzani.

Situs Al-Majhar mengutip informasi b dari sumber-sumber di Erbil Irak dan Kobani Suriah, yang mengatakan bahwa setelah pelaksanaan rencana untuk membentuk korps Kurdistan dengan melatih pasukan Kurdi, AS akan memulai langkah-langkah yang diperlukan untuk membentuk kantor untuk membuat otonomi Kurdistan di Utara Suriah. (Baca juga: MENARIK! Kemunafikan Erdogan Terlihat Nyata di Irak)

Berdasarkan laporan,orang-orang Kurdi Suriah percaya bahwa dukungan AS akan mengarah pada pembentukan sebuah pemerintahan Kurdi di Suriah.

Menurut al-Majhar, para pejabat AS percaya bahwa adalah mungkin bagi mereka untuk menerapkan siasat dengan memberi  pasukan loyalis Barzani dan Salih Muslim dukungan Washington dengan partisipasi aktif mereka dalam perang melawan tentara Suriah sekaligus teroris ISIL. (Baca juga: SADIS… Duet Saudi-Amerika Pembunuh Rakyat Yaman)

Analisis itu muncul setelah militer Turki menyatakan keprihatinan kepada AS awal pekan ini atas upaya oleh kelompok-kelompok Kurdi Suriah untuk membuat koridor tersendiri di Suriah Utara dan melakukan perubahan struktur demografi di wilayah tersebut sesuai dengan kehendak mereka. (Baca juga: DAHSYAT… Badan Keamanan Rusia Bongkar Aliran Dana ISIS di Irak dan Suriah)

Pesan itu disampaikan kepada Jenderal Joseph Dunford, Ketua Kepala Staf Gabungan, yang melakukan pembicaraan dengan Kepala Staf Jendral Turki, Gen Hulusi Akar dan Perdana Menteri Ahmet Davutoglu pada tanggal 6 Januari, sebagaimana dilaporkan Hurriyet Daily.

Setelah pembicaraan di Ankara, Jenderal Dunford mengunjungi pasukan AS yang ditempatkan di Pangkalan Incirlik di Turki.

Pembicaraan militer difokuskan pada perjuangan bersama melawan militan Daesh di Irak dan perkembangan terbaru di Suriah dan Irak, serta isu-isu regional lainnya.

Salah satu isu paling penting yang dibahas militer Turki adalah upaya oleh Partai Uni Demokratik (PYD) untuk menyeberangi sungai Efrat dan masuk koridor Azaz-Jarablus.

Menurut pihak Turki, PYD merupakan cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (yang terlarang bagi Turki) dan harus dianggap sebagai teroris oleh Washington dan anggota lain dari koalisi anti-ISISnya.

Turki mengatakan bahwa pihaknya menyadari rencana PYD dan upaya mereka untuk membangun wilayah Kurdi di sepanjang perbatasan Turki dengan memasuki batas Azaz-Jarablus. (Baca juga: 18 Tewas Dalam Bentrok Antara Pemerintah Turki Dan Pemuda PKK)

Pasukan Demokratik Suriah, koalisi yang terdiri Kurdi, Turkmens, Kristen dan Arab, telah membuat kemajuan dalam mengambil kendali atas bendungan Teshrin Dam yang strategis dan penting di Sungai Efrat. Bagaimanapun juga, menurut Ankara, 85 persen dari koalisi itu terdiri dari anggota PYD.

Militer Turki juga mengklaim bahwa intelijen telah membuktikan bahwa PYD meneruskan upaya mereka untuk mengubah struktur demografi di wilayah tersebut dengan memaksa orang-orang Arab dan Turkmens untuk meninggalkan daerah itu. (ARN)

About ArrahmahNews (12494 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: