News Ticker

Habib Lutfi: Bela Negara Jurus Ampuh Lawan Paham Radikal

11 Januari 2016,

PEKALONGAN, ARRAHMAHNEWS.COM – Kanzus Shalawat, sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Maulid Akbar Kanzus Shalawat akan menggelar Konferensi Internasional Bela Negara di Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah, pada 15 Januari mendatang. (Baca juga: Islam Nusantara, Hari Santri, Bela Negara: 3 Jurus NKRI Perangi Kelompok Khilafah dan Radikal)

Untuk Negeriku IndonesiaKonferensi internasional yang meng usung tema “Bela Negara: Konsep dan Urgensinya dalam Islam” itu digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini rencananya akan dihadiri ulama tarekat dari seluruh Indonesia dan ulama thoriqoh dari berbagai negara, seperti Syekh Aziz Abidin dari Amerika Serikat, Syekh Fadhil dari Turki, Syekh Aziz Al- Iddrisi dari Maroko, Syekh Muhammad Sulaiman dari Sudan, Syekh Zaid bin Yahya dari Yaman, Syekh Aun Al-Qaddumi dari Yordania, dan Syekh Adnan Al-Afiyuni dari Suriah. (Baca juga: Kyai Said: TNI dan Santri Harus Menyatu Lawan Radikalisme Dalam Bela Negara

)

Para ulama thoriqoh memandang masalah bela negara sekarang sangat penting untuk diperhatikan, ujar Ketua Jatman Al-Habib Muhammad Luthfi da lam keterangan pers yang diterima Republika, Jumat (8/1).

Habib Luthfi mengajak seluruh kalangan thoriqoh untuk sungguh-sungguh mengoptimalkan kekuatan spiritualitas jamaah guna menguatkan as pek bela negara. Pentingnya meningkat kan aspek bela negara, kata dia, juga tidak terlepas dari pengaruh kon flik di negara-negara Timur Tengah yang secara langsung berdampak pada Indonesia.

Menurutnya, ketegangan di Timur Tengah tidak semata-mata menyangkut masalah politik, tetapi juga masalah agama. Terlebih, ketegangan tersebut mulai berimbas pada umat Islam di Indonesia dan menimbulkan keprihatinan para ulama thoriqoh. (Baca juga: Prof KH Didin Hafidudin: Pimpinan Ormas Islam Diminta Kerahkan Jamaah Ikut Bela Negara)

“Melalui konferensi ini, diharapkan kesadaran bela negara bisa bangkit didasarkan spiritualitas seperti yang diajarkan dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW” jelas dia.

Konferensi internasional itu membahas tiga aspek utama, yakni akidah, ekonomi, dan pendidikan. Dalam aspek akidah, kata Habib Lutfhi, dunia Islam saat ini sangat membutuhkan akidah yang benar. Yakni, akidah berkarakter tawasuth (moderat) serta tasamuh (toleran). (Baca juga: Sekjen ISNU: Wahabi dan Barat Hancurkan Islam dengan Isu Sektarian dan Palsukan Hadis Aswaja)

Sehingga, Islam benar-benar menjadi agama yang rahmatan lil alamin. “Pilar akidah yang benar ini sekarang dirongrong oleh gerakan-gerakan radikal yang memicu konflik dan peperangan di antara umat dengan mengatasnamakan akidah,” tegas dia.

Persoalan tersebut, kata dia, perlu diluruskan sehingga perbedaan tidak lagi dijadikan alasan untuk saling menyalahkan. Menurutnya, perbedaan harus dijadikan modal sosial untuk membangun ikatan sosial yang kuat di antara manusia. Dalam aspek ekonomi, Habib Luthfi menjelaskan, sumber-sumber ekonomi cenderung dijadikan sumber konflik yang bisa merusak kesejahteraan umat manusia. Padahal, sumber-sumber ekonomi, seperti tanah, air, dan barang, harus dikelola untuk kemakmuran beersama.

“Para ahli thoriqoh perlu memiliki kesadaran bersama menyangkut aspek ekonomi hingga dapat berperan baik dalam peningkatan ekonomi jamaahnya berdasarkan nilai-nilai keagamaan,” jelasnya. (Baca juga: BNPT: Tujuan Radikalisme-Terorisme Ingin Ganti Pancasila dan Dirikan Khilafah)

Sedangkan, dalam aspek pendidikan, umat Islam dinilai banyak absen dalam pendidikan internasional. Padahal, ujar Habib Luthfi, keilmuan adalah hal yang bisa mengantarkan umat Islam pada kemuliaan hidup di dunia dan akhirat. “Kebangkitan Islam pada akhir abad 11 Masehi juga hasil kontribusi keilmuan para sufi seperti Imam Al-Ghazali dan Syekh Abdul Qadir Jailani,” tambah dia. Ketiga aspek itu merupakan aspek-aspek kunci dalam upaya menguatkan bela negara dari perspektif para ulama thoriqoh. (Baca juga: Denny Siregar: Kelompok Khilafah Ingin Suriahkan Indonesia)

Nilai-nilai yang dikaji melalui pendalaman dalam konferensi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai-nilai bela negara yang dijunjung tiga komponen bangsa, yakni ulama, umara (pemerintah), dan jamaah. (ARN)

Sumber: Habiblutfi

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: