News Ticker

Pemimpin Irak Ungkap Dukungan Besar Saudi dan Qatar Untuk Teroris

11 Januari 2016,

QOM, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pemimpin terkemuka dari gerakan perlawanan Irak menyatakan penyesalannya bahwa disamping upaya-upaya internasional untuk mengakhiri krisis di Irak, Suriah dan bagian lain di kawasan, Arab Saudi dan Qatar masih juga memasok teroris dengan sejumlah besar uang.

“Arab Saudi dan Qatar secara luas mendukung finansial teroris Takfiri tapi kemenangan pasti menjadi milik kelompok-kelompok perlawanan,” ungkap Sheikh Akram al-Kaabi, pemimpin Hizbullah al-Nujaba, gerakan perlawanan besar Irak melawan ISIS, dalam pertemuan dengan ulama terkemuka Ayatollah Alawi Gorgani di kota Qom pada Sabtu (9/1) malam. (Baca juga: Laporan: Pejuang Sunni dan Syiah kompak mengusir Teroris ISIS dan Koalisi Barat dari Iraq)

Ia juga mengungkap kelompok-kelompok perlawanan yang kuat telah dibentuk di Irak untuk melawan para teroris, dan mengatakan, “Orang-orang Syiah dan Sunni bersatu dalam kelompok perlawanan rakyat Nujaba dan mereka bersama menghadapi Takfiri di Suriah dan Irak.”

Dalam sambutannya yang relevan di bulan Desember, Pemimpin Partai Ortodoks Lebanon, Masarik Roderick Khoury, mengatakan bahwa perang melawan terorisme internasional harus dimulai dengan menekan negara-negara tertentu, termasuk Arab Saudi, Qatar dan Turki, sponsor utama untuk kelompok militan di Suriah. (Baca juga: DAHSYAT.. Serangan Udara Irak Tewaskan Menteri Perang dan Tokoh ISIS)

“Turki adalah negara yang paling utama dan pertama yang mendanai dan memasok senjata kepada kelompok teroris. Kami percaya bahwa perang melawan terorisme harus dimulai dengan menekan negara-negara regional tertentu. Saat ini Turki adalah sponsor utama terorisme di kawasan,” kata Khoury pada konferensi pers di Moskow. (Baca juga: Kemenlu Rusia: Turki dan NATO “Berandalan” Suriah)

“Nama pemimpin sebenarnya dari teroris adalah Tayyip Erdogan (Presiden Turki). Yang lain seperti Abu Bakr al-Baghdadi (pemimpin ISIS) dan al-Qaeda budak-budaknya. Front Al-Nusra juga melakukan perintah dari Turki, “jelasnya. (Baca juga: Pasukan Irak Hajar Teroris ISIS, 250 Tewas dan 100 Mobil Hancur di Ramadi)

Menurutnya, ada bukti nyata untuk tuduhan itu. Khoury mengatakan bahwa setelah kota Kassab, dekat Lattakia, dibebaskan dari teroris, ambulan-ambulan, pakaian dan senjata Turki ditemukan di sana. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: