News Ticker

Pernyataan Kontroversial Pemimpin Ikhwanul Muslimin Bikin Panas Wahabi Saudi

11 Januari 2016,

KAIRO, ARRAHMAHNEWS.COM – Perkataan mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir tentang kejahatan Arab Saudi atas eksekusi Sheikh Nimr, menimbulkan reaksi keras dari Arab Saudi dan kelompok-kelompok radikal.

Wahabi Mesir Versus Wahabi Saudi

Kamal Halbawi dalam menjawab pertanyaan saat wawancara dengan Televisi TEN, Apakah benar anda memandang Sheikh Nimr sebagai orang besar dan terhormat serta mengutuk eksekusi mati atasnya? Ia mengatakan, “Pasti…100% saya katakan ‘Ya’.”

Halbawi sebelumnya mengeluarkan pernyataan-pernyataan itu, saat wawancara dirinya dengan televisi al-Alam. (Baca juga: Wahabi Mesir Kutuk Eksekusi Sheikh Nimr, Pukulan Telak Buat Wahabi Saudi!

).

Halbawi menegaskan bahwa eksekusi mati Sheikh Nimr dan eksekusinya bersamaan dengan teroris al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya tidak dapat dibenarkan. Sheikh Nimr adalah seorang pemuka agama, maka mengeksekusinya adalah usaha untuk mengobarkan perang sektarian.

Dia juga menyatakan sebagaimana Sheikh Nimr yang saya kenal dan lihat di konferensi-konferensi, mengisyaratkan bahwa ia adalah orang yang suka perdamaian, maka mengeksekusi orang seperti dia pasti setiap orang akan mengutuk eksekusi tersebut. (Baca juga: Misteri Eksekusi Sheikh Nimr Oleh Rezim Diktator Saudi)

“Sheikh Nimr dieksekusi mati, sementara ia tidak melakukan pembunuhan yang menyebabkan ia harus menjalankan hukum Qishas. Oleh karena itu, dia harus dibela”, tambahnya.

Dia juga menyatakan, “Tuduhan teroris yang dialamatkan kepadanya adalah tuduhan ngawur, dan tidak ada bukti yang bisa memberatkannya menjadi tersangka”.

Host televisi TEN berusaha memojokkan Kamal Halbawi dengan mengajukkan pertanyaan seputar kunjungannya ke Iran. Dalam jawabannya ia mengatakan, “Saya berpergian ke Iran dan negara-negara lainnya kecuali Israel musuh nyata kaum muslimin. Saya banyak mengikuti konferensi-konferensi, dan berpidato dalam konferensi tersebut, saya tidak mengingkari apa yang saya katakan, karena saya akan dimintai pertanggungjawaban atas perkataan saya”.

Dalam kesempatan itu, tamu lainnya yang turut serta dalam wawancara itu, Waled Ismail pemimpin kelompok “Salafy Wahabi” yang disokong Arab Saudi, dalam telewicara langsung via telepon mengatakan, “Halbawi telah keluar dan sesat. Ia seorang berkebangsaan Mesir tapi memiliki hati Iran”. (Baca juga: Gila! Direktur Masjidil Haram Klaim Eksekusi Sheikh Nimr Kebahagian Bagi Penduduk Dunia)

Halbawi dalam menjawab pernyataan Waled Ismail menyatakan bahwa ia adalah Ahlisunnah dan berpegang teguh dengan kesunniannya. Ia juga mengutip pernyataan Sheikh Saltut mufti agung al-Azhar, yang mengakui “Mazhab Ja’fari dua belas imam dan memperbolehkan ibadah dengan mazhab ini”.

Kemudian Halbawi menyebut Waled Ismail adalah seorang Salafy bodoh, dan tukang fitnah yang mendapat sokongan dari Arab Saudi.

Wawancara Halbawi dengan stasiun televisi Al-Alam telah mengundang perselisihan dikalangan Salafy Wahabi dan menjadi trending topic hangat di Timur Tengah hingga sekarang. (ARN/AU/AM)

About ArrahmahNews (12501 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: