News Ticker

Saudi Eksekusi Orang Gila

11 Januari 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Terpidana yang ditangkap saat masih kanak-kanak dan yang mengalami sakit mental berupa kegilaan, ternyata juga merupakan beberapa dari 47 orang yang dieksekusi Saudi pada 2 Januari lalu. Sumber informasi ekslusif dari Kerajaan melaporkan hal itu kepada Middle East Eye.

Pada 2 Januari Arab Saudi mengumumkan telah mengeksekusi 47 tahanan yang dihukum atas tuduhan terorisme, di antaranya ulama berpengaruh Sheikh Nimr al-Nimr, yang kemudian menimbulkan gelombang protes di seluruh dunia. (Baca juga: Pangeran Muhammad bin Salman, “Si Penjudi Politik Yang Naif dan Sombong”)

Eksekusi Nimr memicu protes di Saudi dan di luar negeri, tapi sedikit yang telah melaporkan tentang 46 tahanan lainnya yang juga dieksekusi di 12 kota di seluruh kerajaan.

Pemerintah Saudi tidak mau mengungkapkan bagaimana para tahanan dieksekusi tapi satu sumber keamanan yang menjadi penjaga di tempat eksekusi Riyadh mengatakan kepada Midlle East Eye tentang adegan ketika pembunuhan terjadi pada tanggal 1 Januari, sehari sebelum pengumuman resmi. (Baca juga: Saudi Serang Rumah Sakit MSF di Yaman)

“Itu pembantaian. Ada darah dan potongan tubuh mana-mana, “kata sumber itu, menambahkan bahwa eksekusi tidak terjadi di dalam penjara tapi dilakukan di lokasi khusus di ibukota. Sumber itu tidak bisa mengkonfirmasi berapa banyak orang tewas di Riyadh tapi ia mengatakan bahwa eksekusi dimulai pada pagi hari dan tidak selesai sampai sore hari.

Petugas yang diwawancara mengatakan salah satu yang dihukum mati adalah seorang napi yang ditangkap saat masih anak-anak (13 tahun) bernama Mustafa Akbar dari Chad, ia pergi ke Saudi untuk belajar Al-Qur’an sebelum kemudian ditangkap dengan tuduhan terkait Al-Qaeda pada 12 Mei 2003. Akbar hanya dihadirkan dipenjara satu kali, tanpa pengacara, sebelum dipenjara lebih dari 11 tahun dan kemudian di jatuhi hukuman mati pada 14 Oktober 2014.

Akbar
“Dia tidak punya pengacara. Tidak ada yang bertanya apa-apa tentang dia. Ini benar-benar menyedihkan bahwa ia telah dipenggal tanpa ada yang mengetahui apa-apa tentang dia, “kata sumber itu tanpa mau disebut namanya.

Seorang lainnya adalah yang dikatakan mantan anggota al-Qaeda bernama Abdulaziz al-Toaili’e. Karena pernah tertembak di kepala dan mengalami banyak penyisaan oleh Saudi ia mengalami sakit mental (gila). Gilanya Toaili’e ini diberitahukan mantan teman satu selnya di penjara politik al-Ha’ir pada tahun 2012 kepada aktifis yang menyebut Toaili’e sering berbicara sendiri, berteriak-teriak, lari telanjang dan memakan kotorannya sendiri. Toaeili’ juga sering menyerang Reshoudi, teman satu selnya itu dengan mengatakan ia kafir karena percaya demokrasi. (Baca juga:Pangeran Saudi: Muhammad bin Salman Penyebab Runtuhnya Saudi

)

Abdulaziz al-Toaili’e
Kelompok-kelompok HAM menanggapi dengan kemarahan terhadap eksekusi yang telah dilakukan Riyadh tersebut.

“Ini adalah hari berdarah ketika otoritas Arab Saudi mengeksekusi 47 orang, beberapa di antaranya dijatuhi hukuman mati setelah melewati proses pengadilan yang sangat tidak adil,” kata Direktur Amnesty Internasional Timur Tengah, Philip Luther, pada 2 Januari dalam sebuah pernyataan.

“Melaksanakan hukuman mati saat proses keadilan persidangan masih dipertanyakan adalah ketidakadilan nyata dan mengerikan. Pihak berwenang Arab Saudi harus mengindahkan suara-suara kritik internasional dan mengakhiri hobi eksekusi mereka.” ungkapnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12499 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: