News Ticker

Aktifis Desak Pemerintah Nepal Bebaskan 50 Pekerja Yang Disandera Perusahaan Arab Saudi

13 Januari 2015

KATHMANDU. ARRAHMAHNEWS.COM – Lembaga Perdamaian Masyarakat dan HAM di Nepal telah mendesak pemerintah untuk segera menyelamatkan 50 pekerja Nepal yang mengalami penganiayaan di sebuah perusahaan di Arab Saudi. (Baca juga: 6000 Muslimin Yaman Jadi Tumbal Keserakahan Saudi)

Kantor berita Nepal, My Republica, mengabarkan bahwa organisasi tersebut dalam pernyataan pers mereka pada hari Selasa (12/1) kemarin, meminta pemerintah untuk mengambil tindakan secepat mungkin demi menyelamatkan 50 orang Nepal yang disandera untuk dipekerjakan tanpa menerima gaji selama hampir satu tahun oleh Perusahaan Mohammad Alpojin, Arab Saudi.

Lima puluh pemuda Nepal yang bekerja di sebuah perusahaan Saudi bernama Perusahaan Mohammed Alpojin itu mengalami kesulitan selama delapan bulan terakhir. Para korban tersebut juga mengeluhkan tentang ketidakpedulian misi diplomatik Nepal di Arab Saudi dan memohon kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk menyelamatkan mereka. (Baca juga: 10 Alasan Saudi Tak Layak Jadi Ketua Panel Penting Dewan HAM PBB)

Menurut pekerja migran asal Nepal tersebut, perusahaan Saudi itu telah menyekap mereka selama lebih dari delapan bulan. Seiring dengan warga negara Nepal, perusahaan itu juga telah juga menahan para pekerja migran dari India dan Filipina, yang telah diselamatkan oleh kedutaan masing-masing.

“Kami telah meminta kedutaan Nepal di Arab Saudi untuk memberikan bantuan agar kami bisa kembali pulang dengan aman, tapi kedutaan tampaknya tidak peduli tentang nasib kami,” kata Hem Raj Poudel dari Chimti, Baglung. Ia lebih lanjut mengeluhkan bahwa gaji mereka tidak dibayar untuk satu tahun terakhir dan bahwa perusahaan telah mengambil dokumen mereka untuk mencegah mereka dari kembali pulang ke Nepal. “Perusahaan hanya memberikan kami makan dua kali sehari dan telah membuat kami sebagai tahanan,” tambahnya. (ARN)

About ArrahmahNews (12505 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: