News Ticker

Arab Saudi Akui Penggunaan Bom Cluster di Yaman

13 Januari 2016

RIYADH, ARRAHMAHNEWS.COM – Arab Saudi mengakui bahwa militernya menggunakan bom cluster dalam agresi mereka ke Yaman.

Juru bicara militer Saudi pada Selasa (12/01) mengatakan bahwa Riyadh telah menggunakan bom cluster dalam serangan udara mereka ke daerah di Barat Laut Yaman.

Namun, Ahmad al-Asiri mengklaim bahwa militer menggunakan bom cluster hanya sekali dalam serangan di Provinsi Hajjah, untuk menyerang mobil milik pejuang Yaman.

Serangan itu dilakukan hampir sembilan bulan yang lalu, ketika Riyadh memulai kampanye perang terhadap Yaman, tegas pejabat militer itu.

Sementara itu, PBB dan organisasi internasional menyatakan bahwa dalam penelitian yang mereka lakukan, telah ditemukan sisa-sisa bom cluster, seperti di Hajjah, Sa’ada, Sanaa dan beberapa daerah lainnya.

Organisasi hak asasi manusia di PBB, mengatakan pada awal Januari bahwa pihaknya telah menerima laporan bahwa pasukan Saudi menggunakan bom cluster di Hajjah, dan menambahkan bahwa tim PBB menemukan sisa-sisa dari 29 submunisi cluster di desa al-Odair.

Sumber-sumber lokal di Hajjah juga menegaskan Arab Saudi berulang kali menggunakan bom cluster dalam serangan mereka terhadap desa-desa di Hajjah, dan mengatakan serangan udara telah menyebabkan kerugian yang signifikan dari kehidupan warga sipil.

Laporan selama beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pesawat tempur Saudi telah berulang melakukan pemboman dengan amunisi tandan terhadap gerakan Houthi Ansarullah dan pendukungnya di Sana’a.

ARN001200400151126_Bom_Cluster

Human Rights Watch mengatakan mereka memiliki bukti terpercaya yang menunjukkan  Arab Saudi telah menggunakan bom cluster dalam serangan udara mematikan di berbagai daerah di Yaman. [Baca juga; HRW; Saudi Gunakan Bom Cluster dalam Serangan ke Yaman]

Ahmed Asiri, juru bicara aliansi agresi Yaman yang dipimpin oleh Arab Saudi pada (5/05/2015) mengakui bahwa pasukan koalisi telah menggunakan bom cluster di Yaman.

Asiri dalam menanggapi pertanyaan CNN tentang penggunaan bom cluster  CBU-105 di Yaman, mengatakan negaranya telah menggunakan bom tersebut pada basis-basis  militer di Yaman. [Baca juga; Asiri Akui Penggunaan Bom Cluster di Yaman]

bom-cluster

Pada 16 Mei 2015, Departemen Luar Negeri AS, Alan Eyre telah menjawab tudingan Arab Saudi yang menyatakan bahwa bom cluster yang digunakan Saudi di Yaman dibeli dari AS, dengan mengatakan, “Kebijakan AS hanya mengatur ekspor amunisi tandan  (bom cluster) setelah memenuhi persyaratan ketat. Selain itu, negara penerima senjata tersebut harus memberikan komitmen yang hanya akan digunakan terhadap target militer tertentu dan tidak akan digunakan untuk daerah-daerah yang biasanya dihuni oleh warga sipil”. [Baca juga; Deplu AS, Alan Eyre Balik Salahkan Saudi atas Penggunaan Bom Cluster di Yaman]

demo-bawa-bom-cluster-ke-markas-pbb

Pada 18 Oktober 2015, Media Yaman kembali merilis sebuah video yang menunjukkan provinsi utara Sa’ada menjadi sasaran pesawat-pesawat tempur Saudi untuk menjatuhkan bom-bom cluster. [Baca juga; Lagi, Saudi Gunakan Bom Cluster di Utara Yaman ; VIDEO]

Jet-jet tempur Saudi telah menghantam pasar di wilayah al-Ayar mulai jalan al-Makha hingga wilayah al-Jamarak di al-Raheda, yang menghubungkan jalan antara al-Raheda dan Karash antara provinsi Ta’iz dan Lahij, stasiun gas wilayah al-Jadid di bagian selatan dari al-Makha, salah satu daerah pemukiman Ta’iz, istana presiden dan wilayah al-Omri dengan bom cluster, “kata Abdollah al-Salami  kepada FNA, Selasa (17/11) lalu. [Baca juga; Bom Cluster Saudi Tewaskan Anak-Anak di Sa’ada, Yaman; VIDEO]

Pada tanggal 8 Januari, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki -moon menyatakan keprihatinan atas serangan udara Arab Saudi terhadap warga sipil. Dia juga menegaskan, jika terbukti, penggunaan bom curah oleh Riyadh di ibukota Sana’a, maka itu akan terhitung sebagai “kejahatan perang”. [ARN/AU]

About ArrahmahNews (12511 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: