News Ticker

Pelaku Bom Istanbul Kelahiran Saudi, Berkewarganegaraan Suriah

13 Januari 2016,

ANKARA, ARRAHMAHNEWS.COM – Presiden Turki mengatakan pelaku bom bunuh diri pada Selasa (12/01) di alun-alun Sultan Ahmed, kota Istanbul adalah berkewarganegaraan Suriah.

Kantor berita Anatoli melaporkan bahwa Erdogan mengutuk keras pemboman ini, dan akan lebih serius menghadapi kelompok teroris ISIS serta mereka harus membayar mahal semua kejahatan ini. (Baca juga: 10 Tewas, 15 Luka-luka Dalam Ledakan di Istanbul Turki)

Erdogan juga menuduh Rusia selama ini tidak memerangi ISIS, bahkan sebaliknya mereka sedang berusaha membentuk sebuah negara kecil di Lattakia dan sekitarnya.

Erdogan menuduh pelaku serangan bom Istanbul berkebangsaan Suriah, sementara kelompok-kelompok yang berhubungan dengan ISIS di Istanbul, mengeluarkan pernyataan pada Selasa, bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan mematikan di Istanbul. (Baca juga: Breaking News: Ledakan Besar Guncang Istanbul)

Media-media Turki melaporkan bahwa pelaku bom bunuh diri di kota Istanbul adalah Nabil Fadhli (28 tahun) kelahiran Arab Saudi, dan berkewarganegaraan Suriah.

Kantor berita Anatoli juga melaporkan korban tewas dalam ledakan ini bertambah menjadi 15 orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Ledakan ini terjadi pada Selasa pagi di alun-alun Sultan Ahmed, dekat dengan Masjid Biru dan Hagia Sophia, Istanbul.

Sementara itu, situs internet “alyoum al-sabi’ menukil dari penyataan Erdogan bahwa pelaku peledakan adalah seorang wanita asal Suriah.

Situs Al-Youm Al-Sabi’ juga menyatakan bahwa Erdogan dalam siaran persnya mengatakan “kami terpaksa harus mengambil tindakan keras kepada para teroris dan kami tidak akan memberikan kesempatan kepada para teroris untuk mencapai tujuan mereka”.

ledakan-bom-di-istanbul

Pernyataan-pernyataan Erdogan sejatinya bertentangan dengan sikap dan perannya selama ini yang mendukung kelompok-kelompok teroris. Turki adalah negara yang selama ini berdiri bersama Arab Saudi, Qatar dan koalisi pimpinan Amerika yang secara tegas dan jelas mendukung kelompok teroris ISIS, Al-Qaeda, dan Jabha Nusra di Suriah dan Irak. Para pejabat yang dekat dengan Erdogan juga menganalisi pembagian dua negara ini kepada para teroris. (Baca juga: TERBUKTI! Ponsel Pimpinan ISIS Yang Tewas Tunjukkan Turki Dukung ISIS

)

Angkara dengan sekutunya ISIS dan kelompok-kelompok separatis di Irak, sedang berusaha mendirikan negara yang sesuai dengan keinginan Angkara, dan membagi Irak menjadi beberapa negara. Sementara tujuan penting Ankara di Suriah adalah menyingkirkan Bashar Assad. (Baca juga: Pemimpin Al-Nusra; Erdogan Memperkuat ISIS Untuk Ciptakan “Zona Aman”)

Kebjikan politik yang mendukung ekstrimis ISIS dan Al-Nusra secara moral dan material, kini harus dibayar mahal oleh rakyat Turki dengan menjamurnya serangan teroris di negara itu. (ARN/AU/AM)

About ArrahmahNews (12557 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: