News Ticker

Gerah Terus Dituduh, Rusia Akan Beberkan Data Serangan AS ke Suriah

16 Januari 2016

MOSKOW, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian Pertahanan Rusia mungkin akan segera mulai menerbitkan data hasil serangan udara koalisi internasional pimpinan AS di Timur Tengah, untuk menyangkal tuduhan yang menyatakan bahwa militer Rusia telah menargetkan warga sipil. Hal ini disampaikan juru bicara kementerian, Igor Konashenkov, Jumat (15/1).

Jendral Konashenkov memperingatkan bahwa pada akhir tahun lalu kementerian telah mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah informasi yang cukup mengenai hasil kerja dari negara-negara koalisi anti-ISIS di Suriah. Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa hasil ini tidak selalu sesuai dengan tujuan yang dinyatakan. (Baca juga: Bondarev: AU Rusia Tak Pernah Serang Fasilitas Sipil di Suriah)

“Terus terang, kami harapkan rekan-rekan kami tidak hanya memperhatikan ini, tetapi juga untuk menarik kesimpulan tertentu. Oleh karenanya, untuk menyanggah rumor dan tuduhan lebih lanjut terhadap kami dan jika rekan-rekan kami masih juga diam atas hasil pemboman mereka di Suriah, maka kami harus menginformasikan sendiri mengenai fakta-fakta ini kepada publik, ” ungkap pejabat Rusia tersebut sebagaimana dikutip TASS.

Menurut Konashenkov, di wilayah Aleppo terdapat sekolah yang diyakini hancur akibat serangan udara yang dilancarkan lebih dari 10 pesawat koalisi, serta beberapa serangan drone yang melakukan tugas tempur pada hari itu. Selain itu, sejak 20 Desember tahun lalu sampai hari ini pesawat koalisi telah membuat serangan mendadak dan menghantam target di daerah Aleppo hampir setiap hari. (Baca juga: MOSKOW: Laporan Amnesty Internasional Soal Rusia di Suriah Penuh Kepalsuan)

“Pertanyaannya adalah, fasilitas apa yang jadi target serangan udara pasukan koalisi? Rekan-rekan kami dengan keras kepala masih saja diam,” tekan Konashenkov.

Pekan lalu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menerbitkan sebuah laporan, yang menuduh pesawat tempur Rusia telah melakukan serangan udara ke sebuah sekolah. Jumlah korban, menurut Observatorium, adalah antara 8-20 orang.

“Seperti biasa, laporan tidak menyebutkan nama dan alamat korban serta tidak memberikan nama sekolah atau lokasinya,” lanjut Konashenkov. (Baca juga: 10 ‘Tamparan’ Putin Kepada Turki)

“Analisis profesional yang menganalisa foto-foto yang beredar dalam jejaring sosial mengungkapkan bahwa dilihat dari sifat kerusakan, sekolah telah terkena rudal ‘udara -untuk-permukaan’, yang digunakan di Suriah dan Irak secara eksklusif oleh jet-jet dan drone tempur  koalisi anti-ISIS (pimpinan AS), ” jelas Jendral tersebut. (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: